Nikmatnya Kuliner Sederhana Bergaya Pedesaan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Meskipun hanya masakan sederhana, namun jika dimasak dan dikemas dengan gaya pedesaan akan menggugah selera makan tersendiri. Seperti deretan lauk dan sayur sederhana yang tersedia di pasar rakyat Desa Banjarsari, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Menunya sederhana, hanya oseng tempe, oseng kentang, krecek masak pedas serta ikan lembutan yang digoreng kering. Semua jenis lauk pauk tersebut ditempatkan pada wajan-wajan kecil yang terbuat dari tanah liat dengan alas daun pisang. Alhasil terlihat sangat menggugah selera.

Penjual aneka jenis masakan sederhana tersebut, Kholifatul mengatakan, sebenarnya tidak hanya penyajian yang menggunakan gaya pedesaan, tetapi cara memasaknya pun dengan aneka bumbu pedesaan. Dan semua masakan tersebut juga dimasak di atas pawon atau tungku yang menggunakan kayu bakar.

“Semua masakan dibuat dengan cara pedesaan, yaitu lebih kaya bumbu rempahnya, jadi semuanya menggunakan bumbu lengkap seperti batang sereh, daun salam, daun jeruk, pala, jinten dan lain-lain. Sehingga aroma dan cita rasanya juga khas pedesaan,” jelasnya, Sabtu (27/3/2021).

Kholifatul mengaku, tidak terlalu repot memasak dengan bumbu rempah lengkap tersebut, karena sudah terbiasa dan merupakan resep masakan turun-temurun dari ibu dan neneknya. Sebagian bumbu rempah juga dipetik dari kebun sendiri.

“Waktu memasaknya memang lebih lama, karena menggunakan tungku dan dengan api kecil. Kita juga harus membakar kayu terlebih dahulu sebelum mulai memasak, setelah sebagian kayu ada yang menjadi bara, baru bisa dipergunakan untuk memasak,” tuturnya.

Meskipun sedikit repot untuk menghasilkan hidangan pedesaan tersebut, namun hasilnya juga memuaskan. Hanya dalam waktu tidak lebih dari setengah hari, aneka sayur dan lauk sudah ludes terjual.

Pelanggannya sebagian besar dari warga Kota Purwokerto yang sengaja datang ke pasar rakyat tersebut.
Salah satu pelanggan masakan Kholifatul, Ibu Rusmiyati mengatakan, sangat menggemari oseng kentang serta krecek pedas.

Biasanya dinikmati dengan satu piring nasi liwet hangat yang juga sangat nikmat. Tak lupa ada pula tempe mendoan yang melengkapi hidangan.

“Oseng kentangnya khas sekali dan dicampur dengan irisan petai serta bersantan, walaupun tidak ada kuahnya. Jadi santanya kemungkinan dimasak hingga mengering dan meresap dalam kentang. Jarang sekali masakan dengan cita rasa seperti ini,” katanya.

Untuk harga, juga sangat terjangkau, satu piring nasi liwet dengan sayur dan lauk lengkap hanya seharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000 jika menggunakan ayam goreng utuh. Hanya saja, masakan khas pedesaan tersebut bisa dinikmati di akhir pekan saja, yaitu Sabtu dan Minggu.

Lihat juga...