November 2021, Proyek Gas Jambaran-Tiung Baru Ditargetkan Beroperasi

Pekerja beraktivitas di area Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) usai prosesi tajak sumur di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019) – Foto Ant

JAKARTA – Proyek pengembangan gas lapangan, unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JBT) di Bojonegoro, Jawa Timur, ditargetkan mulai beroperasi pada November 2021. Keberadaanya akan memasok kebutuhan gas pembangkit listrik di sistem Jawa dan Bali.

“Proyek gas Jambaran-Tiung Baru ditargetkan beroperasi November 2021. Kami optimistis akan mulai on stream tahun ini,” kata Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani, di Jakarta, Minggu (7/3/2021).

Proyek gas JTB merupakan salah satu dari empat proyek strategis nasional di sektor migas, yang akan menjadi tulang punggung energi nasional. Kapasitas penjualan gas dari lokasi tersebut mencapai 192 MMSCFD dan cadangan sebanyak 2,5 triliun TCF.

Terdapat enam sumur di wilayah proyek JTB, yakni empat sumur di Jambaran Timur dan dua sumur di Jambaran Tengah. PT Pertamina EP Cepu menargetkan, keenam sumur tersebut mampu memproduksi gas dan kondensat dengan produksi rata-rata sebesar 315 MMSCFD. “Meskipun kondisi pandemi, kami bisa mencatatkan progres yang bagus dan mewujudkan gas on stream pada November 2021,” kata Direktur Utama EP Cepu, Awang Lazuardi.

Tahun lalu, proyek gas JTB sempat mengalami hambatan, karena pandemi. Proses pabrikasi barang-barang di sejumlah negara sempat tertunda, karena ada pembatasan jam kerja dan transportasi material. Termasuk pabrikasi di Indonesia, yang juga ikut terdampak akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Diketahui, konstruksi proyek JTB dilakukan oleh PT Rekayasa Industri, bersama anggota konsorsium lainnya, dengan nilai investasi sebesar 1,53 miliar dolar AS. Sebagian besar produksi gas JBT nantinya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas pembangkit PLN Jawa III berkapasitas 800 megawatt. (Ant)

Lihat juga...