OJK Riau Sebut Vaksinasi Geliatkan Ekonomi Daerah

PEKANBARU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau memprediksi vaksinasi yang telah berlangsung akan mampu menekan dampak Covid-19 di sektor perekonomian daerah ini.

Kepala OJK Riau, Yusri, dalam keterangannya di Pekanbaru, Minggu, mengatakan upaya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah daerah memberikan keyakinan bagi publik terhadap kondisi ekonomi untuk bergerak pulih.

“Keterpurukan ekonomi kita disebabkan oleh pandemi. Saya meyakini, jika ini diseriusi (vaksinasi) akan menggeliatkan kembali perekonomian Indonesia, khususnya daerah (Riau),” kata Yusri.

Sebelumnya, pada 1 Maret lalu, separuh pegawai OJK juga berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah setempat.

Yusri menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau agar pegawai OJK yang belum divaksin agar segera divaksin.

“Belum semua, kemarin hanya 25 orang karena keterbatasan. Kami  tetap akan koordinasi dengan Dinkes, mudah-mudahan dalam waktu yang tak terlalu lama yang lain bisa divaksin,” tukasnya.

Sementara itu, perekonomian Kota Pekanbaru  mulai bangkit dan menggeliat. Hal ini dibuktikan dengan mulai naiknya realisasi penerimaan pajak restoran setempat dari rata-rata Rp2,2 miliar per bulan tahun 2020 menjadi Rp7 miliar 2021.

“Contohnya saja untuk pajak restoran sekitar Rp7 miliar per bulan saat ini,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin belum lama ini.

Dikatakan Zulhelmi, saat normal sebelum pandemi Covid-19, penerimaan pajak restoran mencapai Rp11 miliar lebih per bulan.

“Ketika pandemi Covid-19, penerimaan anjlok menjadi Rp 2,2 miliar per bulan. Sekarang ​​​​mulai naik lagi,” katanya.

Sementara itu Pengamat Ekonomi Universitas Riau (Unri), Dahlan Tampubolon, mengatakan sejak awal tahun bisnis kuliner ternyata perlahan mulai menggeliat dan normal, terutama melalui daring atau pelayanan drive thru.

Kawasan pusat jajanan di sekitar Jalan Sumatra dan Jalan Arifin Achmad terpantau sudah mulai bangkit dan bergairah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Lot parkir di rumah makan/kafe atau restoran di tiap sudut kota Pekanbaru mulai penuh, walaupun masih menjalankan pembatasan jarak antarpengunjung,” kata Dahlan. (Ant)

Lihat juga...