Olahan Berbahan Singkong Beri Keuntungan Usaha Kecil Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Wirausaha berbasis hasil pertanian jadi potensi usaha menjanjikan jika ditekuni. Tri Handayani, warga di Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan memilih singkong sebagai bahan baku.

Ia mengaku bahan baku singkong diperoleh dari kebun dan petani yang memasok kepadanya. Singkong diolah menjadi kerupuk opak.

Usaha rumahan produksi kerupuk opak sebut Tri Handayani ditekuni sejak belasan tahun silam. Ia bilang pangsa pasar produk kuliner berbahan singkong cukup potensial. Jejaring dengan sejumlah pedagang keliling, pedagang pasar, pemilik warung kuliner sekolah membuat produk tersalurkan. Potensi bahan baku dan distribusi lancar membuat usaha bertahan.

Proses produksi sebut Tri Handayani cukup mudah. Bahan baku singkong dari petani dikupas, dibersihkan lalu diparut. Hasil parutan akan diperas untuk diambil ampas, diberi bumbu bawang putih, garam dan merica. Selanjutnya adonan dikukus dan siap dicetak menjadi lembaran tipis. Pencetakan memakai botol dialasi plastik. Setelah menjadi lembaran bulat, opak bisa dikeringkan.

“Bahan baku singkong yang saya gunakan bisa mencapai satu kuintal, proses berkelanjutan agar stok bahan baku, opak kering selalu ada untuk memenuhi kebutuhan pedagang sehingga rantai produksi dan rantai pasok lancar,” terang Tri Handayani saat ditemui Cendana News, Selasa (9/3/2021).

Tri Handayani bilang singkong bagi sebagian orang hanya diolah dengan direbus, digoreng. Namun pengolahan menjadi opak jadi cara untuk pengawetan dan meningkatkan nilai jual. Kalkulasi potensi keuntungan usaha kecil berbahan singkong sebutnya menghasilkan profit lumayan. Satu kuintal singkong dibelinya Rp100.000 dengan harga per kilogram Rp1.000.

Hasil pengolahan singkong menjadi opak kering mencapai 80 kilogram. Sesuai dengan harga pada level produsen ia menjualnya Rp10.000 perkilogram. Menjual 80 kilogram opak singkong mentah ia masih bisa mengantongi omzet Rp800.000. Dikurangi biaya produksi, pembelian bahan baku, bumbu, distribusi hingga Rp300.000 ia masih mendapat keuntungan bersih Rp500.000.

“Keuntungan akan berlipat jika bahan baku diperoleh dari kebun sendiri sehingga tidak perlu membeli,” papar Tri Handayani.

Munculnya sektor usaha kecil berbasis singkong sebutnya ikut untungkan petani. Sejumlah penanam singkong akan memasok bahan baku sesuai kebutuhan. Pasokan singkong sebutnya akan langsung diolah menjaga kualitas rasa. Petani bisa mendapat keuntungan ratusan ribu dari budidaya sehingga mendukung ekonomi di pedesaan.

Pengolahan singkong menjadi manggleng jadi usaha rumahan bagi Sriyati, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Selasa (9/3/2021). -Foto Henk Widi

Olahan singkong sebagai peluang usaha rumahan ditekuni juga oleh Sriyati. Warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan itu memproduksi manggleng. Kuliner hasil kearifan lokal masyarakat Jawa itu sebutnya jadi cara pengawetan singkong. Proses pembuatan cukup mudah dengan perebusan setelah dibersihkan.

“Saya memilih singkong roti yang empuk dan warnanya putih bersih sehingga menarik untuk digoreng,” cetusnya.

Setelah direbus, singkong akan diiris tipis seperti keripik. Pengeringan dilakukan memakai para para bambu mengandalkan terik matahari. Setelah kering manggleng bisa disimpan dalam wadah tertutup. Awetan singkong menjadi manggleng sebutnya bisa dijual seharga Rp10.000 per kilogram. Manggleng juga bisa jadi cadangan makanan yang awet disimpan berbulan bulan.

Memproduksi sekitar 50 kilogram manggleng kering, Sriyati bilang bisa mendapat omzet Rp500.000. Bahan baku hasil kebun menurutnya membuat ia tidak mengeluarkan modal. Proses penjualan sebutnya dengan sistem titip pada sejumlah warung. Sebagian dijual keliling untuk peminat. Manggleng menurutnya bisa digoreng dengan diberi varian rasa pedas, manis.

Suyatinah, pemilik tanaman singkong mengaku kerap dibeli untuk produksi manggleng dan opak. Bahan pangan tersebut berpotensi diolah menjadi kue gethuk, opak, kolak dan tiwul. Mendekati awal Ramadan ia mengaku singkong kerap digunakan sebagai campuran kolak. Nilai jual yang lebih tinggi menjadikan singkong kerap diolah menjadi produk kuliner.

Lihat juga...