Pandemi tak Surutkan Semangat Mahasiswa Jember Pamerkan Lukisan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Sejumlah gambar terpampang memikat di ruang pamer. Ada sosok artis tertentu, binatang, maupun gambar-gambar yang terkesan abstrak lainnya. Karya-karya tersebut seperti menjadi oase tersendiri, menjadi angin segar bagi suasana kehidupan sehari-hari masyarakat yang murung tersebab pandemi Corona. Gambar-gambar tersebut menawarkan kegairahan baru, betapa kehidupan yang normal mulai menggeliat.

Masa pandemi Corona ternyata memang tak menyurutkan semangat sejumlah mahasiswa di  Jember untuk unjuk karya seni. Sejumlah mahasiswa Universitas Jember dan IAIN Jember pun menggelar pameran karya seni rupa bertajuk ‘Cilpacastra’ pada 25-27 Maret 2021  di Gedung Griya Bina Insani, Jalan Mastrip,  Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari,  Jember,  Jawa Timur.

Lini Fahrunisa, Ketua Panitia Pameran menyatakan, pameran seni rupa tersebut memang lebih banyak berbentuk lukisan.

Ketua Pameran, Lini Fahrunisa, saat ditemui Cendana News, Sabtu (27/3/2021). – Foto: Iwan Feri Yanto

Lebih jauh dijelaskan, pameran tersebut mengusung tema soal membangun relasi emosional. Melalui karya lukisan tertentu diharapkan mampu menjadi ajang komunikasi para seniman kepada pengunjung.

“Tentu, teknik penggambarannya menggunakan teknik gambar dua dimensi,” ujar Lini Fahrunisa kepada Cendana News, Minggu (28/3/2021).

Menurut Lini pula, sistem kurasi atau perekrutan anggota pameran tidak terlalu ketat. Lebih didasarkan pada semangat untuk menyalurkan hobi yang sama antarsesama mahasiswa.

“Tidak ada ketentuan khusus, siapa saja yang bisa bergabung dalam ajang pameran ini. Asal mampu membuat karya seni lukis, maka bisa saja terlibat langsung. Dari beberapa mahasiswa yang saat ini terlibat, mereka bahkan berasal dari prodi yang berbeda-beda,” ucapnya.

Ditambahkannya, semangat yang dibangun adalah semangat menjaga kreasi dalam komunitas, semata-mata untuk menyalurkan bakat dan kemauan menggambar. Tidak ada tujuan profit.

“Hasil karya gambar yang ada supaya bisa diapresiasi publik sebagai bukti mengasah kemampuan menggambar seniman yang bersangkutan. Supaya karya yang ada tidak hanya dikonsumsi  sendiri. Selama ini, sasaran pameran juga kafe yang identik sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa,” tandasnya.

Diharapkan, dengan adanya pameran tersebut juga bisa menambah anggota komunitas sehingga antarmahasiswa atau antarseniman bisa terus saling belajar.

“Pameran pertama kali yang kita adakan tidak pernah kami duga berdampak membuat orang lain tertarik bergabung dengan kita. Sehingga kegiatan pameran bisa berlangsung sampai empat kali dengan anggota yang juga semakin bertambah,” ungkapnya.

Tea Kumala, salah seorang pengunjung pameran menyampaikan apresiasi terhadap hasil karya yang ditampilkan.

Tea Kumala, saat ditemui Cendana News di sela-sela kesibukannya menikmati gambar, Sabtu (27/3/2021). – Foto Iwan Feri Yanto

“Bermacam-macam gambar yang terpampang memiliki motif gambar yang berbeda. Karena perbedaan itu pula menjadi terlihat unik. Setidaknya walaupun saya bukan pelukis, namun masih bisa menikmati hasil karya lukis milik orang lain,” ungkapnya.

Lihat juga...