Pandemi, Volume Sampah di Pantai Lamsel Berkurang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Masa pandemi Covid-19 ikut berdampak positif pada sektor kebersihan lingkungan terutama perairan dan pantai.

Rahmat, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, volume sampah menurun saat pandemi. Ia menyebut faktor berkurangnya jumlah pengunjung ke pantai jadi penurun volume sampah.

Rahmat (kedua dari kanan), Ketua Pokdarwis Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu (17/3/2021) – Foto: Henk Widi

Meski demikian Rahmat bilang kesadaran pelancong, wisatawan pada kebersihan ikut mendukung penurunan volume sampah.

Ia tidak memungkiri penyumbang sampah plastik disebabkan oleh wisatawan. Kesadaran untuk meminimalisir sampah saat berwisata sebutnya jadi tanggung jawab bersama. Selain pelancong, pengelola objek wisata tetap wajib mengupayakan kebersihan lingkungan pantai.

Rahmat menyebut pelancong ke pantai dan pulau Mengkudu diwajibkan membuang sampah pada tempat yang disediakan.

Instalasi seni dari hasil pengumpulan sampah di pantai jadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan sampah. Sebab dampak sampah terutama plastik merusak estetika pantai. Bagi biota laut sampah plastik tersangkut pada kura-kura, jadi sedimen perusak terumbu karang.

“Pada promosi yang kita gencarkan melalui media sosial ditekankan untuk tidak membawa makanan kemasan plastik, minuman botol plastik sekali pakai, menyimpan sampah sebelum menemukan tempat untuk membuang sampah, sehingga tidak berserakan. Kebersihan lingkungan pantai bisa terjaga,” terang Rahmat saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (17/3/2021).

Rahmat menambahkan saat kunjungan sepi, pengelola memiliki kesempatan untuk membenahi lingkungan. Pembersihan sampah pantai sebutnya bisa dilakukan dengan mengumpulkan ranting kayu, plastik yang terdampar.

Arus laut yang berasal dari pantai timur dan barat menurutnya menjadi penyumbang sampah di pantai dan pulau Mengkudu. Pembersihan rutin jadi upaya meminimalisir sampah.

Berkurangnya volume sampah juga diakui Saiman Alex, ketua Pokdarwis Minangrua Bahari. Pantai di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni itu ada dalam rangkaian pantai Belebuk dan pantai pulau Mengkudu.

Saiman Alex, Ketua Pokdarwis Minangrua Bahari di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu (17/3/2021) – Foto: Henk Widi

Saat kondisi cuaca bersahabat tanpa ada arus laut ke pantai Minangruah, persoalan sampah bisa diatasi. Namun saat musim angin barat sampah kiriman berpotensi melimpah.

“Volume sampah bersumber dari pengunjung bisa diantisipasi dengan penyiapan kotak sampah, petugas kebersihan juga disiagakan,” terang Saiman Alex.

Saat pandemi Covid-19 ia menyebut kelestarian lingkungan pantai sebutnya meningkat. Namun pantai yang terkoneksi dengan sungai Kepayang, sungai Sumber Muli kerap mendapat kiriman sampah.

Saat penghujan potensi sampah pantai sebutnya meningkat volumenya. Meski bukan berasal dari wisatawan namun sampah plastik berpotensi terdampar usai banjir.

Menjaga kebersihan pantai dari sampah sebutnya dilakukan dengan cara gotong royong. Sebelum akhir pekan pengelola kerap melakukan Jumat Bersih.

Pembersihan dengan sapu, alat pengeruk pasir dilakukan untuk meminimalisir sampah. Setelah dikumpulkan sampah dimasukkan dalam karung. Karung berisi sampah bisa dijadikan talud pada muara sungai.

“Pembersihan pantai dari sampah juga menghindari terbuang ke perairan, saat akhir pekan wisatawan bisa menikmati pantai yang bersih,” cetusnya.

Anisah, salah satu pengunjung pantai Belebuk menyebut pantai tersebut cukup jernih. Ia menyebut selama pandemi Covid-19 ia bisa melihat perbedaan kondisi sejumlah pantai yang lebih bersih.

Pantai pesisir Bakauheni, Rajabasa, Kalianda hingga Katibung menurutnya cukup bersih. Faktor kesadaran warga sekitar pantai, wisatawan jadi penopang kebersihan pantai.

Sebagian warga  menyadari pentingnya menjaga kebersihan. Kejernihan pantai sebutnya jadi salah satu peluang untuk warga melakukan relaksasi. Kejernihan pantai sebutnya bisa dinikmati salah satunya di pantai Maja, Kalianda.

Mengurangi aktivitas membuang sampah plastik sebutnya bisa diantisipasi dengan pemanfaatan berkelanjutan.

Sejumlah warga menggunakan sampah kemasan plastik untuk menanam sayuran, bunga, tanpa harus membuang ke pantai.

Lihat juga...