Panen Jagung di Lamsel, Berkah Pelaku Jasa Pertanian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Awal musim panen jagung di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) jadi berkah bagi pelaku sektor jasa pertanian. Jasa pertanian yang dilakukan berupa penebangan, pemetikan, distribusi hingga pemipilan.

Ketut Sulastri, warga Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang, menyebut jasa buruh petik banyak dicari petani. Sistem panen tradisional masih dipertahankan dengan penggunaan tenaga kerja.

Saat musim panen jagung, Ketut Sulastri bilang bisa memenuhi permintaan dari puluhan petani. Satu hektare lahan jagung butuh sebanyak sepuluh hingga dua puluh tenaga kerja.

Pada tahap penebangan tanaman jagung sang suami, Wayan Suarte menjadi buruh tebang. Sistem borongan diberi upah Rp200.000 hingga Rp300.000 sesuai luas lahan dan kesepakatan pemilik.

Namun bagi buruh petik saat tanaman dirobohkan Ketut Sulastri diupah sistem karungan. Semakin cepat cara kerja ia bisa mendapatkan 20 hingga 40 karung per hari.

Berangkat sejak pagi ia diupah Rp3.000 per karung dan saat tenaga kerja sulit diperoleh per karung bisa diberi upah Rp4.500. Lapangan pekerjaan sebagai buruh sebutnya jadi sumber pendapatan. Selama musim tanam ia bisa mendapat hasil ratusan ribu rupiah.

“Daripada berdiam diri di rumah sebagian warga memilih jadi buruh petik, buruh tebang, buruh angkut saat masa panen jagung sehingga bisa memberikan hasil untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu petani mempercepat panen,” terang Ketut Sulastri saat ditemui Cendana News, Senin (1/3/2021).

Ketut Sulastri bilang bulan Februari hanya sebagian petani jagung yang telah panen. Namun memasuki awal Maret hingga April petani jagung sebagian akan melakukan panen raya.

Masa tanam tidak serentak memberi dampak positif bagi para buruh sektor pertanian. Masa tanam hingga panen selama empat bulan menjadi peluang sumber penghasilan.

Wayan, buruh angkut atau dikenal manol mengaku ia mendapat jatah mengumpulkan karung berisi jagung. Berjarak sekitar ratusan meter dari lahan ke tepi jalan raya ia mendapat upah Rp4.000 per karung.

Upah tersebut relatif murah karena akses jalan lebih mudah. Namun dengan akses sulit dilintasi upah bisa mencapai Rp6.000 per karung. Modal motor modifikasi seperti trail jadi sumber mendapat penghasilan.

“Satu lahan bisa butuh lima buruh angkut membawa karung berisi jagung ke tepi jalan sebelum dirontokkan atau dijual gelondongan,” cetusnya.

Wayan menyebut dalam sekali panen ia bisa mendapat puluhan karung. Satu hektare lahan kerap menghasilkan sekitar 300 karung.

Ia dan kawan sesama buruh angkut bisa membawa satu hingga dua karung. Mendapatkan sebanyak 30 karung dengan upah Rp4.000 saja ia bisa mendapat hasil Rp120.000. Upah yang menjanjikan dalam sehari dibandingkan berdiam diri di rumah.

Yuni, pemilik kebun jagung di Desa Kelaten, Penengahan bilang dalam satu hektare bisa diperoleh 300 karung. Saat pemberian pupuk, perawatan dan hama minim hasil bisa mencapai 350 karung.

Proses pengeringan jagung dilakukan Yuni, petani jagung di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan sebelum perontokan, Senin (1/3/2021) – Foto: Henk Widi

Penanganan yang baik juga memberi hasil menjanjikan dengan jagung pipilan mencapai 6 hingga 7 ton. Saat ini jagung timbang basah dijual Rp2.600 hingga Rp2.800 per kilogram.

Jagung dalam kondisi kering bisa dijual ke pabrik dengan harga Rp4.200. Kadar air yang rendah akan meningkatkan harga jual. Namun imbas penghujan kadar air lebih tinggi sehingga harga hanya mencapai Rp3.800 per kilogram.

Hasil panen sebutnya bisa dipergunakan untuk membayar hutang bibit, pupuk, obat dan upah buruh panen, pemipilan. Harga berpotensi anjlok saat panen raya jagung.

“Pada awal masa panen harga masih relatif tinggi namun berpotensi anjlok,” cetusnya.

Penggunaan jasa pemipil saat panen jagung ikut membantu jasa mesin perontok.

Sukandar, pemilik mesin perontok bilang per ton jagung yang dipipil ia menetapkan upah Rp200.000. Proses pemipilan memberi lapangan pekerjaan bagi buruh angkut, buruh pipil dengan upah rata-rata Rp65.000 per hari.

Masa panen jagung sebutnya jadi mata rantai sumber penghasilan bagi warga. Ia kerap mendapat pesanan pemipilan hingga puluhan ton dalam sekali musim.

Lihat juga...