Pasca-Banjir, Nasib Petani di Bekasi Harus Diperhatikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, masih menyisakan kepedihan bagi kalangan petani. Banjir menyebabkan ribuan hektare sawah dan hewan ternak petani terbawa arus banjir.

Akibatnya, tanaman padi yang rata-rata berumur satu sampai dua bulan menjadi rusak. Bahkan ada lahan sawah yang padinya mulai berbuah, tapi menguning, bisa dipastikan menjadi fuso.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi harus segera memberi perhatian nyata tidak hanya janji. Karena petani sekarang perlu menanam lagi setelah gagal akibat banjir,” ungkap Dedi Kurniawan, relawan dari Save Kali Cikarang, kepada Cendana News, Senin (8/3/2021).

Dikatakan, ada 19 ribuan lahan sawah petani di Kabupaten Bekasi terutama di wilayah utara terdampak banjir. Oleh karena itu didesak agar menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bekasi yang  tidak hanya menjadi janji untuk menangani.

“Pemkab Bekasi sebenarnya sudah merilis, bahwa ada 24 ribu hektare sawah terdampak banjir. Saya ambil 19 ribuan hektare saja, ambil buttom-nya saja. Tapi harapannya tidak hanya didata begitu saja. Tapi, siapa yang bertanggung jawab atas kerugian petani akibat bencana banjir luapan Sungai Citarum tersebut,” tanya Enjong, sapaan Dedi.

Banjir dahsyat beberapa waktu lalu setidaknya melanda 17 kecamatan dan 60 desa dengan lebih dari 300.000 penduduk. Mereka sesungguhnya adalah dewa penyelamat dari kerusakan massif yang dilakukan oleh industri dan pemukiman padat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di wilayah selatan.

“Dampak banjir korban utamanya adalah para petani. Kerugian mereka saya prediksi mencapai Rp500 miliar rupiah. Dihitung dari biaya produksi sawah dengan luas areal terdampak banjir yang mencapai 19 ribu hektare. Belum lagi rumah  dan ternak mereka yang tersapu habis,” tandasnya yang ikut turun melakukan evakuasi di berbagai wilayah.

Atas alasan itu, ia dan tim relawan lain, menggugah perhatian pemerintah, agar segera memberi bantuan segera. Petani harus bekerja membuka sawah lagi dan menanam.

Pemerintah pun didesak segera melakukan tindakan tegas misalnya merobohkan bangunan di sepanjang aliran kali di Bekasi, baik primer maupun sekunder. Hal lain segera melakukan normalisasi mulai dari Sungai Citarum, Cibeet, Ciherang, Kali Sadang, Kali Jambe, CBL, Kali Bekasi.

Sementara, sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menyampaikan data 19.433 hektare sawah yang terdampak bencana banjir yang melanda Kabupaten Bekasi. Atas hal itu Dinas Pertanian setempat akan membantu para petani dalam hal pengadaan bibit.

“Kita akan bantu pengadaan bibit sebanyak 11.000 ton untuk petani yang sawahnya terkena banjir melalui APBD Kabupaten Bekasi,” kata Eem Lesmanasari, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.

Untuk kekurangan bibit, dinas setempat akan mengusulkan ke pemerintah provinsi dan pusat untuk tambahan sekitar 8000 ton.

Lihat juga...