PAUD Patisomba di Sikka Berdayakan Pendidik Sebaya

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Ada yang unik dari sekolah Pendidikan Anak Usaha Dini (PAUD) Restorasi di Dusun Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah menggratiskan iuran sekolah sejak pendiriannya dan orang tua diberi bibit sayuran untuk ditanam guna membiayai kebutuhan anaknya, kini sekolah ini memberdayakan alumninya.

Pendiri PAUD Restorasi di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, Remigius Nong saat ditemui di sekolahnya, Rabu (24/3/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kami libatkan empat anak angkatan pertama PAUD Restorasi Patisomba untuk mengajar di kelas,” kata Remigius Nong, pendiri sekaligus kepala sekolah PAUD Restorasi Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT saat dihubungi, Kamis (25/3/2021).

Remi sapaannya mengatakan, sebanyak empat anak alumni PAUD Restorasi yang duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) diberikan waktu mengajar adik-adik mereka di sekolah tersebut.

Dia mengatakan, para alumni cilik ini berperan layaknya seorang guru dimana mereka mengajarkan huruf A sampai Z serta angka 1 sampai 50 kepada adik-adik mereka di sekolah tersebut.

“Saya mau melihat mereka mengajar dan bagaimana mereka bisa membagi ilmu kepada adik-adik mereka di PAUD Restorasi. Selama pembelajaran tatap muka terbatas, mereka hanydua kali seminggu mengajar,” ucapnya.

Remi mengakui, setelah berjalan selama seminggu, ternyata anak-anak PAUD lebih cepat mengerti dan antusias belajar apabila diajarkan oleh kakak-kakaknya yang juga berumur hampir sebaya.

Dia sebutkan, kegiatan ini menjadi program rutin sekolah dimana setiap alumni menjadi pendidik sebaya di sekolah satu minggu dua kali mengajar dan menularkan ilmu kepada murid PAUD.

“Kalau sekolah sudah berjalan normal maka pengajar dari pendidik sebaya akan mengajar saat sore hari usai pulang sekolah. Diusahakan dalam seminggu tetap dua kali dilaksanakan program pendidik sebaya,” ucapnya.

Salah seorang guru PAUD Restorasi, Maria Wilhelmina Lenga mengaku kaget dengan ide yang dilontarkan dan dijalankan oleh pendiri sekolah, dimana menurutnya merupakan sesuatu yang baru.

Maria mengatakan sebagai pendiri, Remi selalu menelurkan ide-ide yang bisa dikatakan sebagai ide gila dalam menjalankan PAUD Restorasi, yang bertujuan menciptakan anak didik yang kreatif.

“Murid di sekolah ini dididik untuk mandiri dan kreatif sejak kecil. Pendidikan karakter yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan bisa membentuk karakter anak didik di kemudian harinya,” ucapnya.

Lihat juga...