Pedagang Es Degan Tetap Bertahan di Kala Pendemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JEMBER — Selama pandemi Covid-19, tidak sedikit pedagang kecil yang mampu bertahan, salah satunya pedagang kecil es degan di wilayah puger jember. Bahkan ada yang mendapatkan penghasilan lebih.

Hermansyah, salah satu penjual es degan mengaku, selama ini dirinya berjualan tidak mengalami dampak yang signifikan, melainkan untung selama ini berjualan.

“Penjualan es degan saat ini yang saya jalani bisa dikatakan masih untung dengan beberapa pembeli yang datang. Tidak begitu terasa bagi usaha jualan saya di masa pandemi,” ujar penjual es degan, Hermansyah di wilayah Pugor Kulon, Kecamatan Puger, Jember, Selasa(23/3/21).

Menurut Herman, usaha bagi pedagang es degan tidak begitu terasa dampaknya dari Covid-19, akan tetapi musim penghujan.

“Selama musim penghujan, pernah saya satu hari hanya dapat pemasukan 10 ribu dari pembeli. Dalam jangka sehari semalam pembeli yang datang hanya 2 orang. Parahnya lagi kalau hujannya deras, setelah hujan pembeli hampir tidak ada,” ucapnya.

Ia menambahkan, musim penghujan berdampak pada konsumen yang jarang untuk membeli usaha dagangannya. Namun di kala musim kemarau hasil yang didapatkan cukup, sebagai penghasilan setiap harinya.

Herman mengaku, saat di musim kemarau sehari bisa hasil 100 ribu sampai lebih. Melihat situasi lokasi, di daerah Puger iklim cuaca di siang hari cukup panas, sehingga membuat orang cepat haus.

Terpisah, nyonya Ajis, menyatakan, dirinya sudah cukup lama menjalani usaha sebagai pedagang es degan di area sekitar kampus. Karena sudah lama, tidak heran kalau sudah memiliki pelanggan yang ramai.

“Penghasilan yang saya dapatkan tidak banyak, akan tetapi cukup. Setiap harinya masih ada pembeli yang datang kesini untuk membelinya,” tambahnya.

Ia mengaku, selama ini hampir setiap hari pendapatan yang diperoleh cukup menguntungkan. “Sehari kalau yang beli ramai bisa untung 200 bahkan bisa lebih, tapi juga pernah kurang,” tambahnya.

Lihat juga...