Pedagang Pasar Patrang di Jember Keluhkan Air Bersih

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Fasilitas tandon di Pasar Patrang hanya dapat difungsikan beberapa waktu saja. Sebab seringkali ketersediaan air di dalam sumur selalu kering sehingga pedagang pun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Untung, selaku pengelola kebersihan menyatakan, semenjak dirinya dipindahtugaskan di Pasar Patrang sejak tiga tahun yang lalu, ketersediaan air bersih cenderung kekurangan.

“Air bersih yang berada di sumur sering kali mengalami kekeringan. Hanya saja di waktu hujan deras saja air nya kembali terisi cukup banyak. Setelah tidak ada hujan, air yang tersedia kembali menyusut,” ujar Untung kepada Cendana News, di Krajan, Desa Patrang, Jember, Rabu(24/3/21).

Untung, saat ditemui di Krajan, Desa Patrang, Jember (24/3/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

Tidak adanya ketersediaan air bersih, menyebabkan banyak fasilitas kran air tidak berfungsi. Akibatnya pedagang sulit dalam mendapatkan air.

“Sumurnya seringkali kering, sehingga tidak ada air yang bisa di ambil kemudian disimpan ke dalam tandon yang menggunakan pompa air. Karena terlalu dipaksakan penggunaan terhadap pompa air dengan ketersediaan air yang ada pada kedalaman12 meter, menyebabkan kerusakan pada pompa,” ucapnya.

Sehingga sebagian para pedagang menurut Untung menggunakan air yang berasal PDAM.

“Karena air bersih yang ada dari sumber sumur sering kering, inisiatif pedagang menggunaka air dari PDAM. Namun juga ada pedagang lainnya yang tetap memilih menggunakan air dari sumber sumur saat tersedia,”tambahnya.

Sumber yang berasal dari sumur lokasinya tidak jauh dengan aliran air sungai. Bahkan menurut Untung, aliran air sungai yang berdekatan dengan lokasi Pasar Patrang bersih dan tidak pernah kering.

“Aliran air sungai yang ada di sini, dekat dengan area pasar, alirannya bersih bahkan tidak pernah kering. Namun tidak tahu kenapa, sumber air di dalam sumur seringkali kering. Bisa dipastikan, saat musim kemarau ketersediaan airnya kering,” tandasnya.

Hal serupa juga di sampaikan oleh salah satu pedagang, Fatimah mengungkapkan, dirinya kesulitas mendapatkan air bersih. Penggunaan air bersih yang ia dapatkan dari pedagang yang menggunakan sumber dari PDAM

“Bagi saya selaku penjual ikan membutuhkan air bersih untuk menyuci ikan-ikan yang saya jual,” ucapnya.

Memilih tak menggunakan aliran sumber dari PDAM, menurutnya karena ada biaya yang harus di bayarkan setiap bulannya, sedangkan penghasilan yang diperoleh minim.

“Untuk itu saya menggunakan air dari milik pedagang yang menggunakan sumber PDAM, kadang juga mengambil air di sumur menggunakan ember dan katrol, jika sesekali air sumbernya ada,” ucapnya.

Lihat juga...