Pedagang: Tidak Ada Perubahan Signifikan pada Harga Beras

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BOGOR — Sejumlah pedagang di Bogor Timur, Jawa Barat mengaku tidak ada perubahan signifikan pada harga beras, meski ada impor maupun panen raya atau hari penting seperti jelang Ramadhan dan Natal.

Ikhwal (67), yang mulai berdagang beras di wilayah Gandoang menyatakan bahwa tidak ada kenaikan berarti untuk beras.

“Setiap tahun tidak banyak berubah,” kata Ikhwal saat ditemui di depot berasnya di wilayah Gandoang, Bogor Timur, Selasa (30/3/2021).

Begitupun saat panen raya, ia menyatakan harga beras tidak banyak terpengaruh.

“Paling kualitasnya saja yang jadi lebih bagus. Misalnya kalau yang harga 10 ribu kualitas B, maka pas panen di harga 10 ribu bisa dapat kualitas B plus,” ujarnya.

Ia mengaku mengambil beras tidak langsung dari petani. Tapi dari makelar di Karawang.

“Tidak pernah ambil langsung dari petani, karena biasanya sudah ada yang punya. Kalau dari petani, agak ribet, karena harus menunggu agar beras terjamin kualitasnya,” ungkapnya.

Saat ribut-ribut impor, Ikhwal mengungkapkan tidak ada pengaruh pada harga beras.

“Kalau buat pemain besar mungkin ada pengaruhnya, tapi kalau untuk skala pedagang tidak terpengaruh,” tutur pria yang asli Medan ini.

Senada, Tari pemilik warung sembako di Gandoang, mengungkapkan ia juga tak pernah lagi mengambil dari petani langsung.

“Dulu pernah ambil dari petani langsung. Ada yang mengantar. Beberapa kali kirim masih bagus. Sesuai pesanan. Tapi belakangan, kualitas berasnya jadi tidak sesuai sehingga susah dijual,” ungkapnya.

Ia menyatakan semenjak itu selalu mengambil dari makelar beras.

Terkait kebijakan pemerintah yang akan mengimpor beras, Tari menyatakan tidak ada pengaruh pada harga beras.

“Dari semenjak ribut beras di televisi, tidak ada pengaruhnya ke harga beras. Sama saja,” pungkasnya.

Lihat juga...