Peduli Lingkungan, Olah Sampah Plastik Jadi Bunga Cantik

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Sejak remaja, Wiwin Winaningsih (35) warga Desa Ancolmekar, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, telah memiliki kesadaran pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia memanfaatkan sampah, khususnya yang berbahan plastik, menjadi beragam kreasi yang bernilai.

Salah satu kreativitas yang ia hasilkan dari memanfaatkan sampah plastik adalah membuat bunga yang cantik dan indah untuk dijadikan pajangan.

“Kita kan tahu, kalau plastik itu sulit hancurnya dan termasuk bahan yang berbahaya kalau dibakar. Alhamdulillah punya sedikit keahlian bikin bunga hias begini, jadi daripada sampah plastiknya dibuang, lebih baik dimanfaatkan,” kata Wiwin kepada Cendana News, Rabu (24/3/2021).

Wiwin menyebut, plastik merupakan jenis sampah yang paling banyak diproduksi masyarakat di wilayah nya. Terlebih, dalam setiap acara seperti pengajian, pernikahan, khitanan, tamu undangan selalu dibekali hidangan dengan plastik.

“Setiap acara pasti dibekali hidangan dan itu pakai plastik. Kalau sembarangan dibuang kan benar-benar merusak lingkungan. Jadi pemanfaatan sampah seperti itu sangat penting apalagi di Desa Ancolmekar ini,” ungkap Wiwin.

Wiwin Winaningsih, warga Desa Ancolmekar, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, yang berhasil memanfaatkan sampah plastik menjadi kreasi bunga yang cantik, Rabu (24/3/2021). -Foto: Amar Faizal Haidar

Menurut Wiwin, keahlian membuat kreasi plastik menjadi bunga ia pelajari dari video di YouTube. Bahannya pun tidak banyak, cukup plastik, kawat, dan lem, kalaupun tidak ada lem, bisa menggunakan lilin.

“Mudah kok bikin kreasi begitu, saya waktu itu belajar bikinnya cuma tiga jam, setelah itu lancar. Sekarang ini paling kalau lagi ada waktu kosong, satu jam juga bisa selesai,” ucap Wiwin.

Meskipun skalanya kecil, namun apabila setiap keluarga memiliki kepedulian semacam ini, maka volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir akan semakin berkurang.

Perlu diketahui, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019, merilis bahwa saat ini Indonesia menghasilkan sedikitnya 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya.

Berdasarkan data tersebut, sekitar 60 persen sampah diangkut dan ditimbun ke TPA, 10 persen sampah didaur ulang, sedangkan 30 persen lainnya tidak dikelola dan mencemari lingkungan.

“Ini adalah masalah yang pelik dan serius. Kolaborasi semua pihak dalam berkontribusi mengatasi sampah, khususnya di tingkat rumah tangga sangat dibutuhkan,” kata Direktur Pengelolaan Sampah KLKH, Novrizal Tahar dalam Webinar bertajuk Pengelolaan Sampah untuk Kehidupan Lestari, Rabu (24/3/2021).

Novrizal mengatakan, di tahun 2025, pemerintah menargetkan sampah dapat dikelola 100 persen. Untuk mencapai target itu, ada beberapa hal yang harus diupayakan, di antaranya pengurangan sampah plastik ke laut hingga 70 persen.

“Kemudian nenurunkan indeks ketidakpedulian terhadap persoalan sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat memilah sampah sampai 50 persen, hingga pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) juga harus ditingkatkan,” pungkas Novriza

Lihat juga...