Pelaksanaan PTM di Semarang Tunggu Hasil Kajian

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (18/3/2021). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, menandaskan keputusan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) masih menunggu hasil kajian yang dilakukan. Hal tersebut ditegaskan, menyusul ada desakan dari PGRI Jateng untuk segera melaksanakan PTM. Termasuk ada sejumlah wilayah di Provinsi Jateng yang sudah menggelar kegiatan PTM terbatas.

“Saat ini kita sudah menyebarkan kuesioner atau daftar pertanyaan tertulis, bertujuan mendapatkan tanggapan para orang tua siswa, apakah mereka mengizinkan atau tidak bagi anak mereka untuk melaksanakan PTM. Selain itu, kita juga menunggu keputusan Wali Kota Semarang sebagai kepala daerah,” paparnya, saat dihubungi, Kamis (18/3/2021).

Ditandaskan, saat ini pihaknya tengah menjalankan tahapan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, terkait panduan lengkap PTM semester genap tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021. Termasuk mulai dari tahapan perizinan, prosedur yang harus dipenuhi, hingga prasyarat dan protokol kesehatan yang wajib dijalankan.

“Sesuai SKB, penyelenggaraan PTM ini harus mendapat izin dari orang tua siswa, kemudian ada izin dari kepala daerah, dalam hal ini wali kota Semarang. Kemudian kesiapan pihak sekolah dalam penerapan protokol kesehatan. Ini sedang kita lakukan,” terangnya.

Sejauh ini, meski masih ada penolakan dari orang tua siswa terkait PTM, namun lebih dari 80 persen orang tua yang mengisi kuesioner menyatakan mereka mengizinkan anak mereka untuk mengikuti PTM.

“Saat ini kita juga tengah menyiapkan sekolah uji coba untuk pelaksanaan PTM. Nantinya, sekolah ini menjadi percontohan bagi sekolah lainnya di Kota Semarang. Kita bisa evaluasi, jika ada kekurangan bisa kita perbaiki, sehingga harapannya nanti seluruh sekolah di Semarang bisa melaksanakan PTM pada Juli 2021 mendatang,” tandasnya.

Gunawan menambahkan, sistem pembelajaran tatap muka nantinya diatur oleh kepala sekolah masing-masing. Semisal, bisa menerapkan sistem ganjil genap sesuai nomor absen atau sistem pagi dan siang.

“Masing-masing sekolah jumlah murid dan kelasnya berbeda. Jadi, nanti akan diatur oleh masing-masing kepala sekolah. Namun yang jelas, pembelajaran hanya berlangsung sekitar 3 jam dan tanpa ada jeda istirahat,” tambahnya.

Di sisi lain, sekolah juga tetap berkewajiban menyiapkan format pembelajaran secara daring atau online, bagi peserta didik yang belum diperbolehkan atau mendapat izin dari orang tua mereka untuk mengikuti PTM.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memaparkan saat ini pihaknya tengah menyiapkan sekolah percontohan PTM. “Ada dua sekolah percontohan untuk jenjang SMP. Formatnya masih dirumuskan, yang jelas ada pembatasan kapasitas, hingga waktu pembelajaran tidak selama saat sebelum pandemi,” terangnya.

Dalam pelaksanaan PTM tersebut, akan ada koordinasi lintas sektoral baik dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan hingga Dinas Perhubungan. “Akan kita evaluasi seperti apa hasil dari uji coba ini. Ini nantinya yang akan kita jadikan pilot project, sehingga harapannya standar pelaksanaan PTM bisa sama,” tambahnya.

Terkait vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Sedangkan peserta didik untuk jenjang TK hingga SMP, memang belum mengikuti vaksinasi, karena vaksin tersebut diperuntukkan bagi usia 18 tahun ke atas.

“Vaksinasi masih terus berjalan, mudah-mudahan bisa secepatnya seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kota Semarang mengikuti vaksinasi. Ini juga menjadi upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...