Pemadaman Kebakaran Cagar Biosfer Riau Terhambat Cuaca Panas dan Angin

PEKANBARU — Tim pemadam gabungan yang dipimpin Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengalami kendala untuk memadamkan kebakaran lahan gambut di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, akibat cuaca panas dan kencangnya hembusan angin.

“Angin kencang dan cuaca cukup panas menjadi kendala utama yang menyulitkan pemadaman,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Jumat.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belum sepenuhnya bisa ditangani di kawasan Cagar Biosfer, khususnya di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis. BBKSDA Riau menyatakan estimasi luas kebakaran mencapai 100 hektare yang terjadi selama 12 hari terakhir.

Tim darat terdiri dari gabungan petugas BBKSDA Riau, TNI-Polisi, Manggala Agni KLHK, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan regu pemadam kebakaran PT. Arara Abadi.

“Tim gabungan terbagi dalam empat tim serta satu tim koordinasi,” katanya.

Ia menjelaskan Tim 1 terdiri dari TNI, Polisi, MPA dan pihak perusahaan, melakukan pemadaman di sepanjang jalan Bagan Benio serta melakukan pemadaman ke arah selatan. Tim 2 terdiri dari petugas BBKSDA Riau, melakukan pemadaman dilokasi bagian timur, sedangkan Tim 3 juga dari BBKSDA Riau melakukan pemadaman dan pendinginan dilokasi sepanjang kanal untuk mencegah api menyeberang kanal. Kemudian Tim 4 terdiri dari BBKSDA Riau dan regu dari pihak perusahaan melakukan pemadaman pada lokasi yang berbatasan dengan tegakan pohon.

Suharyono mengatakan saat ini masih terdapat satu titik kebakaran pada lokasi Tim 3, yang tidak terjangkau selang pemadaman namun telah ada tambahan bantuan tenaga maupun peralatan dari Manggala Agni Daops Dumai.

“Sedangkan pada lokasi tim 1 dan 2 masih terdapat asap dari pembakaran sisa bahan bakar yang belum terbakar,” katanya.

Adapun pada lokasi Tim 4 telah sampai pada ujung kebakaran dan bagian luar dan api telah dipadamkan. Meski begitu, asap masih timbul pada bagian tengah dan petugas terus melakukan pendinginan di lahan gambut tersebut.

Ia mengatakan upaya pemadaman dilakukan oleh tim dari darat dan dibantu oleh helikopter bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang menjatuhkan air dari udara (water bombing).

“Pada Kamis, 4 Maret 2021 juga telah dilakukan water bombing sebanyak tiga kali,” ujarnya.

Ia mengatakan bantuan tenaga dan peralatan terus berdatangan untuk upaya mempercepat pemadaman. Selain itu, Tim kordinasi bertugas ke Desa Tasik Serai yang tak jauh dari lokasi kebakaran untuk melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan dan pemadaman Karhutla.  [Ant]

Lihat juga...