Pemda Sikka Lakukan Refocusing Anggaran Rp198 Miliar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Keuangan Nomor SE-6/MK.02/2020 tentang Refocusing Kegiatan dan Relokasi Anggaran Kementerian/Lembaga Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Total anggaran yang dilakukan refocusing sesuai sesuai surat edaran tersebut terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp190 miliar lebih dan dari Dana Investasi Daerah (DID) sebesar Rp8 miliar.

“Karena negara sedang mengalami krisis maka pemerintah daerah diminta untuk melakukan refocusing anggaran untuk kepentingan penanganan Covid-19,” sebut Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo saat kegiatan bersama awak media di Rumah Jabatan Bupati Sikka, NTT di Kota Maumere, Selasa (16/3/2021).

Robi sapaannya mengatakan, refocusing ini dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia bukan hanya di Kabupaten Sikka saja.

Ia katakan, keuangan negara dipergunakan untuk penanganan Covid-19 termasuk pengadaan vaksin bagi masyarakat.

“Akibat pandemi Covid-19 mengakibatkan negara mengalami krisis keuangan dimana penerimaan negara dari pajak mengalami penurunan. Kita harus menerimanya sebab demi penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Robi katakan, Pemda Sikka melakukan refocusing sekaligus rasionalisasi yang dibahas bersama antara pemerintah dan DPRD Sikka.

Dikatakannya, tentu pemerintah dan DPRD merasa sama-sama usulan anggarannya penting karena ini demi kepentingan masyarakat.

“Melakukan rasionalisasi sebesar Rp120 miliar memang berat tetapi rasionalisasi dan refocusing terkadang sama, ada irisannya. Sekarang sedang dibahas antara pemerintah dan DPRD Sikka,” terangnya.

Robi menegaskan, dirinya meminta ada beberapa hal yang prinsip untuk dipertahankan dan ada yang tidak begitu penting ditunda untuk tahun-tahun mendatang.

Disebutkannya, terkait di dalamnya ada usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dari DPRD Sikka dimana harus dibicarakan secara baik-baik.

Dia menyebutkan, tidak bisa bupati meminta agar dana Pokir langsung dipotong saja dan hilang.

“Kita akan cocokan dimana kegiatan yang mendukung RPJMD bisa kita akomodir tetapi yang tidak terlalu mendukung RPJMD kita tunda dahulu. Ini sifatnya memaksa dan kita realistis saja sebab apabila tidak mendesak maka kita tunda saja,” ucapnya.

Sementara itu, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera selaku Ketua Tim Anggaran Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat anggaran bersama DPRD Sikka mengakui pemerintah sedang melaksanakan refocusing sekaligus rasionalisasi.

Adrianus katakan, refocusing sementara sebesar Rp80 miliar, rasionalisasi telah mencapai angka Rp51 miliar.

“Pemerintah menjalankan refocusing sekaligus rasionalisasi. Kita berhati-hati dalam melakukannya agar jangan sampai anggaran dipangkas tetapi justru target di refocusing tidak tercapai,” jelasnya.

Lihat juga...