Pemda Sikka tak Mampu Penuhi Target Refocusing Anggaran

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Dana Alokasi Khusus (DAU) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sebesar Rp579, 691 miliar, dan Dana Insentif Daerah (DID) Rp26,695 miliar, maka total dana yang harus dilakukan refocusing untuk penanganan Covid-19 sebesar kurang lebih Rp191 miliar. Namun demikian, pemerintah setempat hanya mampu refocusing sebesar Rp144 miliar.

“Kami hanya mampu melakukan refocusing dana sebesar Rp144 miliar, dan hari ini sudah disampaikan ke DPRD Sikka,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sikka, Paul Prasetya, Senin (22/3/2021).

Paul membenarkan, jika jumlah dana sebesar Rp144 miliar yang sudah ditetapkan tersebut belum mencapai target dana yang harus dilakukan refocusing sesuai perintah Kementerian Keuangan.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka, NTT, Adrianus Firminus Parera, saat ditemui di gedung DPRD Sikka, Senin (22/3/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia menyebutkan, dana yang direfocusing belum sesuai PMK Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021, dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Dampaknya.

“Memang jumlahnya masih kurang, namun kita tetap mengirimkan kepada pemerintah pusat. Kami tidak tahu, apakah nantinya akan diberikan sanksi atau tidak,” sebutnya.

Paul menjelaskan, tahun anggaran 2020 pun Pemda Sikka hanya mampu melakukan refocusing anggaran sebesar 35 persen, padahal ketentuannya harus 50 persen.

Meski begitu, sebutnya, pemerintah pusat pun akhirnya mencabut sanksi yang rencananya akan dijatuhkan kepada seluruh pemerintah daerah yang tidak memenuhi target refocusing.

“Kami tetap mengirimkannya, sebab untuk sementara sudah pasti jumlah yang dilakukan refocusing. Kalau ada sanksi pemotongan dana oleh pemerintah pusat, maka harus disusun lagi bersama DPRD Sikka,” ungkapnya.

Sekda Sikka, Adrianus Firminus Pareira, menjelaskan dana yang berhasil dilakukan refocusing oleh Pemerintah Kabupaten Sikka berjumlah Rp144,27 miliar, dan angka ini memang jauh dari ketentuan.

Adrianus menyebutkan, pemerintah memang sudah maksimal bekerja untuk melakukan proses refocusing, sehingga pihaknya pun meminta DPRD Sikka menyetujui hasilnya.

“Setelah disetujui DPRD Sikka, maka hasilnya akan kami kirimkan ke Kementrian Keuangan. Pemerintah sudah maksimal dalam melakukan proses refocusing sesuai permintaan dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Lihat juga...