Pemerintah Sediakan KUR untuk Alumni Program Prakerja

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Berdasarkan data yang dihimpun oleh Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, ada sekitar 19,5 ribu alumni program pelatihan tersebut yang kini tengah merintis usaha.

Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Perekonomian pun menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung usaha para alumni program Prakerja sekaligus menciptakan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

“Jika pelaku usaha dari alumni Kartu Prakerja ingin meningkatkan kualitas dan skala produksinya, maka membutuhkan tambahan modal. Dan program KUR yang kami sediakan ini bisa digunakan untuk menaikkan skala usaha mereka ke depan,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, Selasa (9/3/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Di samping itu, Rudy mengatakan, bahwa dengan adanya pemberdayaan alumni Program Kartu Prakerja, pemerintah berharap dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu pertumbuhan wirausaha nasional sehingga dapat mencapai target yang dicanangkan dalam RPJMN tahun 2020-2024.

“Target kita yaitu rasio kewirausahaan nasional mencapai sebesar 3,9 persen, serta wirausaha baru bisa tumbuh sebesar 4 persen pada tahun 2024,” tukas Rudy.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengeparesiasi kebijakan pemberian KUR kepada Alumni Kartu Prakerja, khususnya yang terkena PHK.

“Tentu kami menyambut ini dengan gembira. Pasalnya, fasilitas seperti ini juga mendukung pertumbuhan dari Program Kartu Prakerja ke depannya,” ucap Denni.

Dia menyebut, hingga 7 Desember 2020, terdapat 43,8 juta pendaftar di situs resmi Program Kartu Prakerja. Jumlah ini berasal dari 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi di Indonesia.

“Dari batch (gelombang) 1-11, sudah ada 5,98 juta orang ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja, dengan 5,23 juta orang di antaranya sudah menerima insentif,” kata Denni.

Selanjutnya, seperti yang telah disebutkan, terdapat kurang lebih 19,5 ribu alumni yang menyatakan diri sebagai wirausaha. Hal ini, kata Denni, menunjukkan bahwa program Kartu Prakerja juga mampu menciptakan wirausaha baru.

“Statistik Manajemen Kartu Prakerja menunjukkan bahwa 35 persen penerima Kartu Prakerja yang dulunya tidak bekerja kemudian menjadi bekerja dimana 17 persen menjadi wirausaha. Data ini kami berikan kepada Kemenko Perekonomian untuk menjadi program lanjutan atau program graduasi bagi penerima Program Kartu Prakerja pasca mereka menjadi wirausahawan,” ungkap Denni.

Lihat juga...