Pengajuan Restrukturisasi Pinjaman ‘Modal Kita’ di Cilacap Terus Bertambah

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat banyak usaha terpuruk dan kemampuan orang untuk membayar pinjaman, menurun. Hal tersebut juga dialami program ‘Modal Kita’ di bawah pengelolaan KUD Mandiri Lestari Sejahtera Kabupaten Cilacap.

Banyaknya kredit modal usaha yang macet tersebut, membuat pihak koperasi harus melakukan restrukturisasi pinjaman nasabah hingga 30 persen lebih. Restrukturisasi pinjaman adalah kebijakan perpanjangan masa pinjaman, yang diikuti dengan penurunan jumlah angsuran setiap bulannya, sehingga meringankan nasabah.

“Nasabah yang mengajukan restrukturisasi pinjaman terus bertambah, sekarang sudah 30 persen lebih,” kata Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera Cilacap, Puji Heri Santoso, Kamis (25/3/2021).

Namun, meskipun sudah dilakukan restrukturisasi pinjaman, beberapa nasabah Modal Kita juga tetap saja ada yang tidak lancar dalam membayar angsuran. Hal tersebut disebabkan kondisi perekonomian belum pulih sepenuhnya.

Sebagaimana diketahui, pandemi ini menyebabkan perekonomian terpuruk. Sekali pun ada beberapa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bertahan, namun daya beli masyarakat sudah jauh menurun akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja atau rasionalisasi di dunia kerja.

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso di kantornya, Kamis (25/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Banyak orang kehilangan mata pencaharian,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Damandiri melalui program Modal Kita tetap hadir di tengah masyarakat, dan menyalurkan bantuan kredit Modal Kita. Tingginya angka kemacetan kredit, tidak membuat yayasan besutan Presiden ke dua RI, HM Soeharto, ini menghentikan program bantuan kredit untuk kalangan pelaku usaha kecil.

“Non Performing Loan (NPL) kita sudah di atas 3, tetapi penyaluran kredit tetap dilakukan sesuai kebijakan yayasan. Dengan pertimbangan, dalam kondisi seperti sekarang ini, justru banyak UMKM yang membutuhkan suntikan tambahan modal, supaya usaha mereka tetap bisa berjalan,” terangnya.

Selain Modal Kita, di Kabupaten Cilacap Yayasan Damandiri juga menyalurkan modal bantuan kredit usaha melalui program Tabur Puja.

Manajer Tabur Puja Cilacap, Sudaryanto, mengatakan, kondisi Tabur Puja juga hampir sama dengan Modal Kita. Banyak nasabah yang kesulitan untuk membayar angsuran.

“Restrukturisasi penjaman juga kita lakukan kepada beberapa nasabah, namun untuk pencairan bantuan kredit Tabur Puja tetap berjalan, walaupun NPL kita juga tinggi,” tuturnya.

Menurut Sudaryanto, sebagian besar nasabah yang menunggak pembayaran angsuran dari para penjual jajanan di sekitar sekolah dan para penjual di tempat wisata. Sebab, sampai saat ini sebagian sekolah masih tutup dan tempat wisata, meskipun sudah dibuka, tetapi tingkat kunjungan masih minim.

Lihat juga...