Pengamat LIPI: Soliditas Partai Prasyarat Demokrasi yang Kuat

Ilustrasi - Dok: CDN

JAKARTA — Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Firman Noor mengatakan partai-partai politik yang solid merupakan salah satu prasyarat dalam membangun sistem demokrasi yang kuat.

“Demokrasi akan kuat bila ditopang partai-partai yang mampu menjalankan fungsi-fungsinya secara baik. Partai politik dapat menguatkan demokrasi melalui pendidikan politik, resolusi konflik, sosialisasi politik, rekrutmen politik, dan lain-lain,” kata Firman dalam diskusi yang diadakan Pusat Penelitian Politik LIPI secara daring diikuti di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Firman mengatakan kemampuan menciptakan keutuhan partai berkorelasi dengan kemampuan menjalankan fungsi secara efektif. Partai yang terfragmentasi akan lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk menyelesaikan pertarungan dan pembenahan internal.

Fragmentasi partai politik tidak hanya akan meredupkan kerja-kerja di akar rumput, tetapi juga dapat mempengaruhi performa partai di tingkat parlemen dan pemerintahan.

“Membangun soliditas partai tidak hanya bergantung pada faktor tunggal saja. Soliditas partai pada akhirnya merupakan negasi dari penyebab fragmentasi,” ujarnya pula.

Firman mengatakan partai-partai politik di Indonesia bisa belajar dari fragmentasi dan konsolidasi yang terjadi pada berbagai partai politik sejak era awal kemerdekaan.

Ia menyebut Partai Masyumi misalnya. Pada awal terbentuk masih mencari bentuk, sehingga partai belum terlembaga. Semangat faksi atas dasar afiliasi organisasi kemasyarakatan; yaitu Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Sarekat Islam, dan lain-lain; juga masih sangat kental.

Baru setelah tujuh tahun, Partai Masyumi mulai relatif stabil. Partai menjadi representasi ideologi dan identitas politik serta ketokohan partai menjadi elemen pemersatu. (Ant)

Lihat juga...