Pengembangan Wisata di Bekasi melalui Kampung Tematik, Belum Optimal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Budayawan Bekasi, Jawa Barat, Aki Maja, meminta pemerintah mewujudkan beberapa wilayah setempat bisa membentuk lokasi wisata tematik yang dikemas bagus.

“Potensi wisata tematik di Kota Bekasi banyak, jika diurus maksimal dan dikemas dalam bentuk menarik,  mampu menjadi daya tarik baru bagi lokasi tertentu,” ujar Aki Maja kepada Cendana News, Minggu (28/3/2021).

Dikatakan, wisata tidak hanya panorama alam, tapi juga sisi budaya yang dimiliki daerah tertentu. Menjadi potensial jika dikemas dan dikelola secara maksimal. Ia mencontohkan, Kampung Bali di Bekasi Utara atau Kampung Persaudaraan di Kampung Sawah, dan lainnya.

Untuk itu pula, ia juga mendesak agar Pemkot Bekasi segera meresmikan Kampung Budaya Kranggan agar menjadi lokasi wisata baru di Jatisampurna sehingga juga bisa menjadi model bagi kampung lain di wilayah Bekasi.

“Gagasan Kampung Kranggan sebagai kawasan budaya di Kelurahan Jatirangga harus segera direalisasikan sebagai model di Kota Bekasi. Saya optimis, kampung tematik akan menjadi ikon baru wisata Kota Bekasi,” papar Aki Maja.

Ia mengaku prihatin, minimnya lokasi wisata lokal di Kota Bekasi, sehingga setiap akhir pekan masyarakat Bekasi meninggalkan kesibukan dengan mengunjungi berbagai tempat wisata dan hiburan yang ada di luar kota.

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran minimnya lokasi hiburan dan wisata yang dimiliki kota Bekasi. Tempat wisata Kota Bekasi didominasi mal dan kolam renang. Lokasi wisata alam sangat minim karena keterbatasan wilayah.

“Saya pernah berdialog dengan Pak Tri Adhianto, Wakil Wali Kota. Beliau mengusulkan adanya kampung tematik sebagai kawasan pariwisata,” tandas Aki Maja yang mengaku sepaham dengan gagasan tersebut.

Selain Kampung Bali, Kranggan, dan Kampung Sawah, Aki Maja juga menyebut, beberapa daerah lain bisa  menjadi kampung tematik. Misalnya Kampung Buah, Kampung Silat Jatiasih, Kampung Santri Pedurenan Jatiluhur, dan lainnya.

Jika beberapa kampung tersebut dikemas secara maksimal dan serius, tentu akan menjadi aset kota dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tapi, tentunya, harus mendesain, misalnya aspek tourism urban city, dan lainnya sehingga tidak hanya wacana. Karena hingga sekarang Kampung Budaya Kranggan saja belum resmi,” pungkasnya.

Lihat juga...