Penghasilan Pelaku Usaha Pariwisata di Lampung Masih Belum Pulih

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dan berdampak pada semua sektor kehiudpan. Sektor pariwisata di Kabupaten Pesawaran, Lampung, pun ikut terimbas pandemi dengan berkurangnya jumlah pengunjung.

Juru mudi KM Asyilah, Nurohman, mengaku saat akhir pekan minimal ada paket tour ke pulau Pahawang, namun kini nihil. Kendati dipegaruhi banyak faktor, namun saat pandemi mobilitas warga dibatasi terutama asal Jakarta imbas penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. Imbasnya pelaku usaha tour and travel memilih tiarap. Normalnya, ia mendapat satu paket antar jemput dari dermaga IV Ketapang, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan.

Sejak pandemi, ia hanya mengandalkan jasa antar jemput warga pulau Pahawang. Sebagian warga asal pulau di Pesawaran itu memilih berbelanja ke pulau Sumatra. Mengandalkan kapal motor penumpang dari kayu, ia memasang tarif Rp75.000 per orang. Namun sistem paket dengan sewa perahu kapasitas 20 orang maksimal 25, bisa mencapai Rp400.000 hingga Rp500.000.

Juru mudi KM Asyilah, Nurohman, membawa lima orang penumpang asal pulau Pahawang dari dermaga IV Ketapang, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran saat wisatawan sepi, Minggu (7/3/2021). -Foto: Henk Widi

“Kondisi normal artinya sebelum pandemi, sehari bisa mengantarkan paket perjalanan wisata dengan kapal motor penumpang sebanyak satu rombongan, namun kini hanya melayani warga asal Teluk Pandan yang akan menuju ke pulau Pahawang dan sebaliknya, biasanya untuk belanja kebutuhan harian,” terang Nurohman saat ditemui Cendana News, Minggu (7/3/2021).

Selain Nurohman, pelaku usaha jasa angkut, Lukman, menyebut saat wisatawan datang ia bisa menawarkan jasa porter. Memakai gerobak roda dua ia kerap membawakan tas, barang keperluan wisatawan dengan upah Rp15.000 hingga Rp30.000. Sehari ia bisa memperoleh hingga Rp200.000 dari jasa angkut. Namun, kini ia hanya mengandalkan warga yang berbelanja untuk dibawa ke pulau Pahawang atau pulau Legundi.

Saat kunjungan sepi, Lukman bergantung pada aktivitas penyeberangan masyarakat. Sebagian warga yang berbelanja bahan bakar solar, barang kebutuhan harian membutuhkan jasanya. Setelah barang dibeli dari Bandar Lampung lewat jalur darat, barang diangkut menuju ke kapal. Meski mengurangi jumlah pendapatan, ia masih tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

“Masih lumayan ada penghasilan meski anjlok, karena andalan kami pada sektor pariwisata ke pulau Pahawang dan sekitarnya,” tutur Lukman.

Keberadaan dermaga I, II, III dan IV Ketapang sebagai dermaga wisata menjadi ladang penghasilan bagi Koidir. Sebelum pandemi, sejak pagi hingga malam ia bisa mangkal menjual sate ayam dengan motor miliknya. Pelanggan dominan wisatawan yang menunggu sebelum diseberangkan ke pulau, menunggu jemputan travel. Menjual sate ayam di dermaga penyeberangan wisata, kini hanya mengandalkan konsumen lokal.

Selain mangkal, Ketapang yang memiliki empat dermaga, ia kini harus berpindah ke sejumlah titik. Beruntung, pantai Klara tak jauh dari dermaga Ketapang mulai banyak dikunjungi wisatawan. Ia kerap bisa menghabiskan sekitar 400 tusuk per hari, namun semenjak pandemi ia maksimal menghabiskan 300 tusuk sate ayam. Pelanggan utama dominan pedagang suvenir, juru mudi kapal dan juru angkut serta warga setempat.

Sepinya aktivitas wisata juga diakui Susanti, pedagang suvenir di pintu masuk pantai Sari Ringgung. Pantai di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan itu menjadi salah satu destinasi wisata bahari. Namun karena pengunjung sepi, ia hanya mengandalkan warga yang akan menyeberang ke pulau Tegal. Menjual suvenir berupa hiasan, baju dan pernak pernik lain dilakukan olehnya secara berpindah.

Toko menetap di dermaga Ketapang, dijaga sang anak. Langkah berpindah berjualan ke sejumlah lokasi dilakukan olehnya untuk menjaring pembeli. Meski sebagian objek wisata bahari dibuka, Susanti bilang belum berdampak signifikan.

Sebelum pandemi, kunjungan yang kerap dilakukan rombongan dominan dilakukan perseorangan. Ia masih bisa mendapatkan hasil penjualan ratusan ribu rupiah per hari saat aktivitas wisata sepi.

Lihat juga...