Pengiriman Vaksin Astrazeneca Ke Australia Diblokir Uni Eropa dan Italia

Pengiriman pertama vaksin AstraZeneca untuk virus corona (COVID-19) diturunkan dari pesawat di Bandara Internasional Borispil, luar Kyiv, Ukraina, Selasa (23/2/2021) – foto Ant

ROMA – Komisi Eropa dan Italia, memblokir pengiriman vaksin COVID buatan AstraZeneca, yang ditujukan ke Australia. Dua sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan, pemblokiran dilakukan setelah AstraZeneca gagal memenuhi komitmen kontrak pesanan vaksin untuk Uni Eropa.

Narasumber tersebut mengatakan, AstraZeneca telah meminta izin dari pemerintah Italia untuk mengekspor sekitar 250.000 dosis vaksin COVID dari pabrik Anagni, yang ada di dekat Roma. Menurut kedua sumber itu, pemerintah Italia menolak permintaan AstraZeneca tersebut.

Komisi Eropa mendukung keputusan tersebut. Seorang sumber Uni Eropa di Brussel mengatakan, otoritas nasional (negara anggota Uni Eropa) memiliki keputusan akhir, dalam masalah pengiriman pasokan vaksin tersebut. Sejauh ini, belum ada komentar langsung dari pihak AstraZeneca.

Langkah itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Italia, Mario Draghi, yang baru menjabat bulan lalu mengatakan kepada sesama pemimpin Uni Eropa, blok tersebut perlu mempercepat vaksinasi dan menindak perusahaan farmasi yang gagal memenuhi pasokan vaksin yang dijanjikan.

Negara-negara Uni Eropa (EU), memulai penyuntikan vaksin COVID pada akhir Desember. Tetapi bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih lambat daripada negara-negara lain, termasuk Israel dan bekas anggota EU, Inggris.

Para pejabat Uni Eropa menyalahkan lambatnya kemajuan vaksinasi, karena ada masalah pasokan dari para produsen utama vaksin. AstraZeneca, pada Januari memotong pasokan vaksinnya ke Uni Eropa di kuartal pertama menjadi 40 juta dosis, dari 90 juta yang diperkirakan dalam kontrak. Kemudian, perusahaan farmasi itu mengatakan kepada negara-negara Uni Eropa, kembali akan memotong pengiriman vaksin sebesar 50 persen lagi pada kuartal kedua.

AstraZeneca mengatakan, sedang berusaha untuk memasok dosis vaksin yang tidak terpenuhi untuk kuartal kedua dari luar Eropa. Pemblokiran pengiriman vaksin ke Australia yang disampaikan pada Kamis (4/3/2021) itu diyakini, sebagai langkah pertama kalinya Eropa mencegah ekspor vaksin ke negara ketiga.

Pabrik vaksin di Anagni sedang menangani tahap akhir produksi vaksin AstraZeneca, yang disebut juga sebagai tahap pengisian dan penyelesaian vaksin COVID-19.

Pabrik di Anagni itu dimiliki oleh grup perusahaan Amerika Serikat Catalent, yang diharapkan dapat memproduksi ratusan juta dosis vaksin AstraZeneca selama 12 bulan mendatang. Pabrik Anagni juga diharapkan dapat membantu memproduksi vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan obat Amerika Serikat, Johnson & Johnson.

Sementara itu, Italia pada Kamis (4/3/2021) melaporkan, adanya 339 kematian akibat infeksi virus corona. Sementara penghitungan kasus baru harian COVID-19, naik menjadi 22.865 dari 20.884 sehari sebelumnya.

Data Kementerian Kesehatan Italia menyebut, pada Rabu (3/3/2021) Italia melaporkan 347 korban jiwa akibat COVID-19. Sebanyak 339.635 tes COVID-19 dilakukan dalam satu hari terakhir di negara itu, dibandingkan dengan 358.884 tes yang dilakukan sehari sebelumnya.

Italia telah mencatat 98.974 kematian terkait dengan COVID-19 sejak wabah penyakit itu muncul pada Februari tahun lalu. Jumlah korban jiwa akibat COVID di Italia adalah tertinggi kedua di Eropa, setelah Inggris dan tertinggi ketujuh di dunia. Italia hingga saat ini telah melaporkan hampir 3 juta kasus infeksi virus corona.

Pasien COVID-19 di rumah sakit, tidak termasuk mereka yang dalam perawatan intensif, mencapai 20.157 orang pada Kamis (4/3/2021), naik dari 19.763 orang pada sehari sebelumnya. Ada 232 penerimaan baru ke unit perawatan intensif, naik dari 222.

Jumlah pasien perawatan intensif meningkat menjadi 2.475 dari sebelumnya 2.411. Ketika gelombang kedua epidemi Italia meningkat dengan cepat pada paruh pertama November, penerimaan rumah sakit meningkat sekitar 1.000 per-hari, sementara okupansi perawatan intensif meningkat sekitar 100 per-hari. (Ant)

Lihat juga...