Pengolahan Lahan Saat Awal Tanam, Cegah Serangan Jamur Fusarium

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pengolahan lahan saat awal tanam dinilai menjadi kunci dalam mengatasi penurunan hasil panen komoditas bawang merah, akibat serangan jamur di saat musim penghujan.  Proses pemupukan serta pengontrolan PH tanah menjadi hal yang sangat penting dilakukan petani, agar tanamannya memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap serangan berbagai macam jenis jamur. 

Widodo, petani bawang merah di desa Sumberejo, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, menyebut jamur memang menjadi musuh utama petani di musim penghujan seperti saat ini. Jamur biasa menyerang tanaman bawang merah hingga mengakibatkan penurunan hasil panen mencapai 50 persen lebih. Apalagi, serangan jamur sangat sulit diatasi, baik itu dengan pengobatan pestisida maupun treatment lainnya.

“Biasanya saat musim kemarau kita bisa panen hingga 10-15 kali lipat dari jumlah bibit yang kita tebar. Namun saat musim penghujan, hasil panen paling hanya 7 kali lipat saja. Itu karena serangan jamur, seperti jamur fusarium yang tidak bisa diatasi dengan obat atau pestisida,” ungkapnya, Kamis (18/3/2021).

Saat awal musim penghujan lalu, Widodo mengaku mengalami gagal panen akibat 50 persen tanaman bawang merah miliknya mati akibat terserang hama jamur fusarium. Serangan ditandai dengan daun berwarna kuning dan mengering serta terjadi busuk akar.

“Setelah itu, saya lakukan pengolahan tanah dengan menebar kapur untuk menstabilkan PH tanah. Hasilnya, saat ini hasil panen bisa meningkat. Dari bibit 30 kilogram bisa menghasilkan sekitar 3 kuintal. Lumayan meningkat jika dibandingkan panen sebelumnya,” ungkapnya.

Dengan harga jual bawang merah yang cukup tinggi saat ini, yakni mencapai Rp25-30ribu per kilogram, Widodo mengaku masih bisa untung. Dari panenan kali ini, ia bisa mengantongi pemasukan kotor mencapai Rp7-9juta.

“Kalau harga sedang bagus seperti sekarang masih bisa untung. Karena sekilo bisa laku Rp25-30ribu. Biasanya saat sedang jatuh, harga bawang merah hanya di kisaran kurang dari Rp10ribu. Jadi, masih terbantu dengan harga jual tinggi,” ungkapnya.

Lihat juga...