Penjual Ikan Cupang Mulai Keluhkan Sepi Pembeli

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JEMBER — Penjual ikan cupang tidak lagi mendapatkan keuntungan yang lebih, mengingat peminat sudah mulai jarang. Hal serupa di rasakan oleh salah satu penjual di Jember, Jawa Timur.

“Usaha jualan ikan cupang sekarang sudah mulai terasa lesuh. Hampir jarang ada pembeli yang datang. Bisa jadi nunggu beberapa hari baru ada pengunjung yang datang kesini,” ujar penjual ikan cupang, Hari kepada Cendana News, saat di temui di wilayah Jalan Kaca Piring, Kecamatan Gebang, Jember, Selasa (16/3/21).

Menghadapi sepi pembeli ia menuturkan memangkas harga ikan per ekornya. Pembeli yang kian sepi akan berpengaruh terhadap usaha yang dijalaninya.

“Untuk menarik pembeli datang saya jual harga per ekornya 30 ribu. Kalau sebelumnya saya bisa jual harga 50 ribu untuk jenis ikan cupang yang biasa. Sedangkan jenis ikan cupang yang lain harga jualnya tetap, antara 80 sampai 90 ribu, Seperti ukurannya yang panjang dan siripnya yang variatif dan warnanya yang beragam,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan masih belum juga membuahkan hasil. Walaupun pembeli ditawari dengan harga yang sudah di bawah harga jual sebelumnya.

“Turunnya penjualan saat ini membuat pendapatan semakin tidak menentu. Karena selama pandemi profesi jualanan ikan cupang membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya,”ucapnya.

Memulai usaha dagangannya, ia mengaku pertama kali membeli indukannya kemudian dikembangkan sendiri.

“Modal awal saya hanya menyediakan beberapa ikan cupang saja. Sambil menunggu pembeli yang datang, beberapa persediaan ikan yang ada saya kembangkan. Karena modal awal yang ada tidak begitu banyak dalam menyediakan ikan yang langsung saya jual,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Arifin, Penjual ikan cupang yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember. Ia menyatakan, jenis ikan cupang yang ia jual tidak begitu memiliki ciri khas maupun identik dengan bentuk yang bagus.

“Saat dulu harga ikan cupang naik, jualan saya juga ikut naik. Bisa laku satu ekor 20 ribu sampai 30 ribu. Tapi itu tidak bertahan lama hanya beberapa bulan saja,” ucapnya.

Lihat juga...