Peran Jumantik Penting Cegah Munculnya Penyakit DBD

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Peran petugas juru pemantau jentik (Jumantik) sangat penting dalam mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sinergi lintas sektoral 17 desa di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan sangat penting, terutama saat musim penghujan. Seperti yang disampaikan Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang.

Samsu Rizal, KUPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang saat sosialisasi Jumantik di Ketapang, Jumat (7/2/2021) (Dok). Foto: Henk Widi

Samsu Rizal menyebutkan, tugas jumantik melakukan pemeriksaan tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk Aedes aegipty.  Saat masa pandemi Covid-19 langkah dilakukan dengan mengajak warga melakukan pemeriksaan mandiri. Petugas yang tetap datang ke rumah warga juga bisa berinteraksi untuk mengajak warga rutin membersihkan bak mandi.

“Sejumlah desa memberi perhatian bagi jumantik dengan insentif, karena pekerjaan tersebut menjadi bagian upaya menjaga kesehatan masyarakat, pola pikir dan perilaku masyarakat juga penting untuk mendukung,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (5/3/2021).

Jumantik sebutnya bisa jadi agen perubahan dengan melakukan hal kecil namun bertujuan besar. Sistem proaktif dilakukan dengan pemeriksaan swadaya dan memberi centang pada formulir yang dipasang di depan rumah.

Menekan kasus DBD hingga nol dilakukan melibatkan unsur jumantik, masyarakat, kader Posyandu, pelaksana program promosi kesehatan dan unsur terkait.

“Kolaborasi lintas sektoral sangat penting agar saat penghujan tidak ada kasus DBD,” tegas Samsu Rizal.

Siti Romlah, salah satu kader Jumantik menyebut tugasnya butuh perjuangan. Sebab saat masa pandemi ia harus membatasi kunjungan ke rumah warga. Namun dengan masa adaptasi kebiasaan baru peran sebagai petugas bisa kembali dilakukan. Bertugas di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang ia mengecek sejumlah rumah yang sudah, belum diperiksa.

“Ada formulir khusus untuk pemeriksaan jentik dipasang pada setiap rumah, hasil pemeriksaan dilaporkan ke Puskesmas,” cetusnya.

Siti Romlah bilang sebagian warga telah mengetahui tugasnya sebagai jumantik. Saat ia datang rumah akan dibukakan dan didampingi saat melakukan pemeriksaan. Berbekal aplikasi senter pada smartphone ia bisa menyinari kondisi air.

Eko Purwadi, perawat di Desa Ruguk menyebut sosialisasi pencegahan DBD dilakukan setiap saat. Melayani pemeriksaan kesehatan lanjut usia, balita digunakan olehnya untuk mengingatkan warga potensi DBD kala penghujan. Terlebih saat pandemi Covid-19 perhatian masyarakat tetap harus diingatkan pada bahaya DBD. P

Saat musim penghujan potensi genangan di sekitar pekarangan sebutnya kerap terjadi. Sejumlah bak penampungan air, kolam sebutnya sebaiknya diberi bibit ikan. Ikan jenis lele, nila dan ikan air tawar sangat baik untuk memangsa jentik nyamuk. Selain memperhatikan kebersihan lingkungan, saat penghujan warga tetap diminta menjaga asupan makanan bergizi. Sosialisasi tetap dilakukan olehnya dengan protokol kesehatan.

Lihat juga...