Peran Keluarga Penting dalam Mencegah dan Minimalisir Penyakit TBC

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia salah satu penyakit yang tetap penting diperhatikan adalah TBC. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis ini membutuhkan peran keluarga untuk proses penyembuhkan penderita.

Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (26/3/2021). Foto: Henk Widi

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan menyebutkan, berbeda dengan Covid-19 yang disebabkan oleh Corona Virus,  TBC disebabkan oleh bakteri, namun cara penularan sama, melalui droplet atau percikan keluar saat batuk maupun bersin. 

“Sosialisasi pencegahan Covid-19 sangat relevan dengan pencegahan TBC melalui penerapan pola hidup sehat, rutin mencuci tangan, memakai masker serta bagi anggota keluarga yang memiliki penderita bisa ikut membantu disiplin dalam meminum obat didampingi sejumlah kader,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (26/3/2021).

Langkah pencegahan, meminimalisir TBC sebut Samsu Rizal dilakukan dengan olahraga pernapasan. Olahraga fisik bisa disesuaikan dengan jalan kaki, senam untuk melatih sistem kerja otot. Selain itu penderita TBC bisa melakukan latihan kardiorespirasi untuk melatih kesanggupan jantung, paru paru, pembuluh darah agar berfungsi maksimal.

Siti Zubaedah, salah satu penyintas TBC sekaligus memiliki keluarga yang menderita TBC menekankan pentingnya peran keluarga. Kondisi lingkungan sekitar rumah perlu dihindarkan dari debu. Sebab mycobacterium tuberculosis bisa menyebar melalui debu berterbangan.

“Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dengan menyiapkan obat, menjaga kebersihan lingkungan rumah,” cetusnya.

Meski jumlah penderita TB mencapai 17 orang dan berkat kedisplinan, Siti Zubaedah bilang semuanya telah sembuh. Kedisplinan dalam penerapan PHBS, memakai masker selama masa pandemi Covid-19 ikut membantu pencegahan. Sebagian warga yang telah membangun rumah layak huni iku mendorong penurunan dan menghilangkan penyakit TBC.

Eko Purwadi, perawat di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang menyebut kesadaran menjaga PHBS terus meningkat. Ia menyebut meski penyakit TBC tidak ditemukan lagi di wilayah tersebut namun sosialisasi penting dilakukan.

“Saat melakukan pendampingan kepada sejumlah warga lanjut usia kami imbau agar tidak berkerumun, rutin berolahraga,” cetusnya.

Menjaga daya tahan tubuh melalui olahraga sebutnya penting dilakukan cegah TBC. Pendampingan kepada setiap keluarga dengan melalukan kegiatan Posyandu anak anak, lansia menjadi kesempatan untuk pencegahan penyakit menular. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri di udara bisa diminimalisir dengan memakai masker dan menghindari kerumunan.

Lihat juga...