Petani di Bekasi Tanam Kembang Pacar Air Sambut Ramadan

Editor: Koko Triarko

BEKASI  – Tradisi menyambut bulan suci Ramadan dengan melakukan ziarah makam,  dimanfaatkan sejumlah petani di Bekasi untuk melakukan budi daya kembang pacar air, atau istilah di kalangan petani bunga campuran untuk tabur bunga di pemakaman.

Peluang tersebut tidak luput dari adanya lahan kosong yang belum terpakai, dan mereka menggarapnya dengan menanam kembang pacar air aneka warna. Tapi, lebih di dominasi pacar air warna merah.

Hal tersebut seperti dilakukan beberapa orang petani di Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka memanfaatkan lahan kosong di ujung kompleks pemda untuk ditanami aneka kembang campuran untuk ziarah makam. Harganya pun terbilang menjanjikan.

“Kami sudah lama budi daya aneka kembang campuran begini,  sistem tanam pun disesuaikan dengan musim. Karena kembang pacar air ini tidak tahan air, maka saat musim hujan diganti dengan tanaman lain,” ungkap Rozali, petani kembang pacar air di Jatiasih, kepada Cendana News, Senin (29/3/2021).

Dikatakan, untuk biaya tanam hingga perawatan kembang pacar air, tidak besar. Bibit diambil dari pohon, kemudian dikeringkan untuk dipersiapkan untuk ditanam lagi.  Begitu pun perawatan, hanya membersihkan lahan dari rumput liar, tapi risikonya kalau musim banjir pohon pacar air tidak tahan air.

Ia menjelaskan, dari pertama penanaman, 35 hari kemudian akan panen pertama. Panen akan terus terjadi selama tiga bulanan, setelah itu pohon akan mati. Dua hari sekali biasanya sudah memetik bunga untuk dijual ke pengepul. Harga biasanya mengikuti pasaran di Rawakalong.

“Kami jualnya tidak kiloan, tapi satu plastik ukuran tertentu dihargai Rp10 ribu, dijual ke pengepul. Saat ini harga turun, biasanya mencapai Rp20 ribuan,” ujar Rozali, optimis harga akan naik lagi menjelang bulan suci Ramadan ini.

Rozali dan petani kembang pacar air lainnya di lokasi tersebut, mengaku dari awal sudah merencanakan penanaman untuk mengatur masa panen, seperti untuk menyambut bulan suci Ramadan yang hanya tinggal belasan hari lagi. Mereka sudah mengetahui saat memasuki bulan suci Ramadan, ada tradisi ziarah makam yang biasa terjadi di sejumlah TPU di wilayah di Kota Bekasi.

Tentunya, permintaan akan bunga pacar air atau campuran lainnya akan meningkat di sejumlah lokasi pemakaman umum di wilayah Kota Bekasi. Mereka berharap, tidak seperti tahun lalu yang sepi karena larangan ziarah makam akibat pandemi Covid-19.

Petani lainnya, Pak Sapar, juga mengaku menanam beberapa pohon kenanga dan pandan. Pohon kenanga ditanam di batas lahan, sebagai tambahan campuran untuk kembang ziarah makam.

“Pohon kenanga tidak ada musim dan lebih tahan. Sekali tanam bisa seumur hidup tumbuh terus. Ini hanya sebagai tambahan saja, karena biasanya ada permintaan saat ada yang meninggal atau lainnya, ” jelas dia.

Petani setempat, mengakui bahwa tanaman kembang pacar hanya sebagai penghasilan tambahan, karena lahannya terbatas. Jika ingin lebih menjanjikan, tentu harus memiliki lahan luas.

“Kalau pemasaran, banyak, karena pasti laku setiap harinya di toko kembang untuk keperluan tertentu, tidak hanya pemakaman saja,” ujar Sapar.

Lihat juga...