Petani di Jember Tanam Padi Beras dan Ketan di Satu Lahan

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Salah satu petani di Jember, melakukan penanaman beras pangan dan beras ketan dalam satu lahan pertanian. Mengingat perawatan yang dilakukan sama, sedangkan masa panen lebih utama beras ketan.

Tarmo, petani di wilayah Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Jember, mengaku sudah lama berprofesi sebagai petani, namun aksi yang dilakukan berbeda dengan petani lainnya, yakni penanaman padi yang unik. Pasalnya, sejak lama ia menanam padi beras namun berbeda jenis, antara beras pangan dan beras ketan.

“Penanaman jenis beras yang berbeda sudah sering saya lakukan dan sudah cukup lama. Hanya saja, hal itu dilakukan saat memasuki hari-hari besar, seperti idulfitri dan hari besar lainnya,” ucap  Tarmo, saat ditemui oleh Cendana News, di Desa Pontang, Senin(29/3/2021).

Menurutnya, proses penanamannya sama dan cara perawatannya juga sama, hampir tidak ada kesulitan akan proses penanaman sampai masa panen.

“Walaupun cara dalam penanaman dan perawatannya sama, beras ketan cenderung lebih banyak disukai hama dan penyakit. Tentunya hal seperti itu mengurangi risiko kerusakan pada tanaman beras pangan,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk masa panen lebih cepat padi beras ketan, jarak masa panen antara beras ketan dengan beras pangan sekitar dua minggu.

“Beras ketan panen, dua minggu kemudia baru beras pangan yang panen,” ucapnya.

Melihat bentuk dan wujudnya, tidak akan pernah menemukan perbedaan antara kedua tanaman pertanian tersebut. “Sekilas pandang tanaman padi beras pangan dan beras ketan akan terlihat sama. Tetapi, memiliki perbedaan yang mencolok, salah satunya biji yang diproduksi lebih besar beras ketan,”ungkapnya.

Ia menambahkan, dari bahan obat dan hama yang menyerang juga sama, kualitas yang dihasilkan juga bagus. Maka, menurutnya cara menanam seperti itu masih dilakukan sampai saat ini.

“Penggunaan lahan pertanian sebagai tempat tanaman padi beras ketan hanya sebagian kecil, masih lebih dominan sebagai lahan tanaman padi beras pangan. Setidaknya saat membutuhkan beras ketan saya tidak perlu membeli lagi,” ujarnya.

Sampai saat ini, tujuan Tarmo menanam bibit padi beras ketan sekadar untuk kebutuhan dirinya sendiri. Namun, tak jarang juga ada warga yang datang menanyakan persediaan beras ketan miliknya.

Petani lain, Sunarto, juga mengaku pernah melakukan variasi tanaman beras ketan dan pangan, tetapi tidak lama.  “Dulu hampir sekeliling sawah saya tanami beras ketan, dan beras pangannya di dalam lingkaran beras ketan. Tujuannya supaya hama padi merusak tanaman beras ketan. Karena beras ketan disukai oleh hama dan penyakit,” ujarnya.

Lihat juga...