Petani di Sikka Gunakan Pinjaman Modal Untuk Bertani

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Untuk menjadi wirausaha, modal merupakan salah satu faktor penting, termasuk juga para petani di Kabupaten Sikka,Nusa Tenggara Timur, yang melakukan budi daya hortikultura. Beberapa petani muda mengaku akses modal dari perbankan dan koperasi kredit skala besar yang banyak terdapat di Kabupaten Sikka, tidak terlalu sulit diakses oleh petani.

“Dari pengalaman saya, sangat mudah untuk mengakses pinjaman modal di perbankan dan koperasi,” kata Yance Maring, petani hortikultura di Kelurahan Wailiti, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, saat dihubungi pada Selasa (16/3/2021).

Yance Maring, petani hortikultura di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui di kebunnya, Senin (8/3/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Yance, sapaannya, mengaku sudah beberapa kali mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank dan koperasi sebesar Rp25 juta.

Dana tersebut dipergunakan untuk menyewa lahan pertanian dan modal dalam menanam tanaman hortikultura, seperti tomat dan cabai.

“Setelah 3 bulan hingga 4 bulan panen, pinjaman sudah bisa saya kembalikan semua beserta bunganya. Kalau hendak dicicil, maka uangnya bisa saya putar lagi buat memperluas usaha,” ucapnya.

Yance mencontohkan, tanam tomat dengan jarak tanam 40 x 60 centimeter, lahan 1 hektare bisa dapat 20 ribu pohon.

Disebutkannya, bila hanya 18 ribu poulasi yang tumbuh dan satu pohon menghasilkan 2 kilogram, maka bisa mendapatkan 32 ton.

“Kalau 32 ton dikalikan dengan harga jual Rp5 ribu  per kilogram, kita sudah mengantongi uang sekitar Rp160 juta. Sekali panen modal sudah kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Eus Bogar, petani hortikultura di Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, juga mengaku  para petani di desanya tidak kesulitan mengakses modal.

Eus menyebutkan, para petani mendapatkan pinjaman modal dari BUMDes Kecamatan Nita, yang memberikan semua modal untuk bertani dan petani akan mengembalikannya setelah panen.

“Setelah panen sekitar 4 bulan, baru kita mengembalikan modalnya dengan bunga sebesar satu persen. Berapa pun modal yang kita butuhkan, BUMDes menyediakannya,” ungkapnya.

Lihat juga...