Petani Milenial Dibina Untuk Regenerasi 12 Klon Kakao di Ransiki

MANOKWARI – Pembinaan petani milenial untuk pengembangan komoditas kakao di Ransiki, kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, merupakan salah satu intervensi Program Ekonomi Hijau Papua bersama Koperasi Eiber Suth Cokran.

Intervensi tersebut dilakukan untuk menjamin keberlanjutan produksi 12 klon Kakao unggulan di daerah itu. Petani milenial yang disiapkan adalah pemuda-pemudi asli Ransiki, direkrut dari 13 kampung sekitar.

Mereka dibina secara khusus dalam kelas mingguan tentang cara menyambung pucuk kakao dan manajemen kebun untuk regenerasi pengurus koperasi.

Abdul, manajer koperasi Eiber Suth Cokran, yang juga selaku instruktur kelas petani milenial, mengatakan hingga saat ini terdapat 12 pemuda-pemudi yang aktif mengikuti pelatihan.

“Kami masih buka kesempatan untuk pemuda-pemudi dari 13 kampung di sekitar kopereasi Eiber Suth Cokran. Saat ini yang aktif baru 12 orang,”kata Abdul, Rabu (15/3/2021).

Alex Rumaseb, wakil pimpinan program ekonomi hijau Papua, mengatakan, intervensi yang dilakukan dalam pengembangan komiditas Kakao sebagai komoditas lokal unggulan nondeforestasi, tak saja dalam mengkonservasikan 12 klon kakao, tetapi juga menyiapkan generasi penerus.

Ia menyebutkan, generasi itu sebagai penerus yang akan bertanggungjawab dalam pengembangan perkebunan kakao maupun produksi olahan cokelat Ransiki ke depan.

“Kami juga melibatkan petani milenial dalam budi daya dan konservasi kakao, dengan menyediakan pelatihan praktik pertanian yang baik, pelatihan sambung pucuk serta sambung samping,” kata Alex.

Alex Rumaseb mengatakan, program selanjutnya, yaitu membantu memperbaiki manajemen keuangan koperasi Eiber Suth Cokran, agar mandiri dan kuat, serta melibatkan kebun di 13 kampung sekitar kebun koperasi, guna mengungkit daya produksi kakao koperasi.

Secara khusus, bagi petani milenial yang sedang dilatih, kata Alex, Ekonomi Hijau akan berikan kepada mereka gaji/insentif setiap bulan sebagai stimulan.

“Gaji kepada petani milenial di Ransiki merupakan stimulan, untuk merangsang lebih banyak lagi petani muda untuk terlibat,” tutur Alex.  (Ant)

Lihat juga...