PGRI Jateng Kembali Mendesak agar PTM Segera Diberlakukan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng meminta agar pemerintah provinsi dan kabupaten-kota di Jateng, untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa pendidikan dasar menengah.

“Kenapa sekolah tidak segera dilakukan PTM? Saya melihat, persoalan pendidikan saat ini justru dikesampingkan. Silahkan melihat, bahwa hampir seluruh sektor selain pendidikan, tidak ada larangan apapun. Tengok saja, tempat wisata, bioskop, mal, pusat perbelanjaan, semua diizinkan untuk beroperasi,” paparnya, saat ditemui di kantor PGRI Jateng, Semarang, Kamis (18/3/2021).

Dijelaskan, pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri sudah memuat panduan lengkap PTM semester genap tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 mulai dari tahapan perizinan, prosedur yang harus dipenuhi, hingga prasyarat dan protokol kesehatan yang wajib dijalankan.

“Pemberian izin PTM dalam satu wilayah provinsi/kabupaten/kota atau bertahap per wilayah kecamatan/desa/kelurahan, menjadi keputusan pemerintah daerah, sebagai pihak yang paling memahami kebutuhan dan kapasitas wilayah masing-masing memiliki kewenangan penuh untuk mengambil kebijakan,” paparnya.

Maka pihaknya pun mendukung langkah Pemkab Batang di wilayah Provinsi Jateng, yang berani mengambil keputusan untuk melaksanakan PTM per 9 Maret 2021 lalu untuk jenjang SD-SMP.

“Pelaksanaan PTM di masa pandemi ini, tidak seperti PTM pada umumnya, tetap ada pembatasan. Maksimal 3 jam tatap muka, setelah itu siswa kembali ke rumah masing-masing. Dalam pelaksanaannya juga menerapkan protokol kesehatan, ada pembatasan kapasitas juga,” terangnya.

Langkah-langkah tersebut dapat menjadi upaya dalam pencegahan penyebaran covid-19, bukan serta merta dengan melakukan pelarangan pelaksanaan PTM.

“Kalau sebelumnya ada kasus di SMKN Jateng, yang ratusan siswa terpapar covid-19 saat melakukan uji coba PTM, hal itu karena sekolah tersebut menerapkan sistem boarding. Bisa dibilang mereka 24 jam ketemu, tapi kalau sekolah yang tidak boarding, sejauh ini tidak ada kasus,” paparnya.

Untuk itu, pihak kembali mendesak agar pelaksanaan PTM bisa segera bisa dilakukan. hal ini penting karena ancaman lost learning sudah terjadi saat ini, terutama bagi mereka yang duduk di bangku sekolah dasar.

“Pembelajaran jarak jauh (PJJ), tidak bisa diterapkan secara maksimal, apalagi jika dalam pelaksanaannya, siswa tidak didampingi orang tua. Sementara, banyak orang tua yang tidak bisa mendampingi anak, karena harus bekerja dan lainnya. Akibatnya, PJJ ini tidak berjalan, siswa pun tidak jadi belajar karena tidak ada yang mendampingi,” tandasnya lagi.

Untuk itu, PGRI Jateng terus mendesak agar pemerintah provinsi yang menangani jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat dan kabupaten/kota untuk jenjang TK, SD dan SMP sederajat, untuk berani mengambil sikap dengan melaksanakan PTM secara terbatas.

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui saat ini ada banyak desakan untuk segera melakukan PTM. Terkait hal tersebut, pihaknya sudah membicarakan bersama Bupati/Wali Kota di Jateng, untuk masing-masing menyiapkan sekolah yang akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

“Tetap tidak langsung semua buka, tapi ada uji coba dulu. Sekolah uji coba ini, nantinya akan menjadi percontohan bagi sekolah lainnya di kabupaten/kota setempat. Termasuk juga di tingkat provinsi,” terangnya.

Dirinya juga ingin memastikan bahwa sekolah yang siap melaksanakan PTM, juga sudah siap dari segi sarana prasarana untuk mendukung protokol kesehatan.

“Semua harus disiapkan secara matang agar nantinya tidak ada kendala. Mulai dari pembatasan kelas, sistem transportasi hingga fasilitas yang harus disediakan untuk prokes. Jika sekarang sudah dimulai uji coba, harapannya pada bulan Juli 2021 mendatang, sekolah sudah benar-benar siap,” terangnya.

Terkait vaksinasi covid-19 untuk guru atau tenaga kependidikan, saat ini memang belum semuanya sudah tervaksin, akibat keterbatasan. Meski demikian, pihaknya sudah memprioritaskan vaksinasi terhadap guru di sekolah yang sudah siap melaksanakan PTM.

Lihat juga...