Pinjaman Modal Besar, Warga di DCML Trirenggo Bisa Kembangkan Usaha

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Warga terdampak Covid-19 di Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo mulai memanfaatkan pinjaman modal usaha kredit mikro yang dijalankan Koperasi Gemah Ripah selama pandemi beberapa bulan terakhir.

Mulai dijalankan sejak awal tahun 2021 kemarin, hingga saat ini tercatat sudah ada sedikitnya 11 warga yang telah memanfaatkan pinjaman modal usaha kredit mikro yang dikelola unit usaha Modal Kita Trirenggo tersebut.

Berbeda dengan pinjaman modal usaha sebelumnya, pada pinjaman kredit mikro ini setiap warga wajib menyertakan jaminan atau agunan sebagai syarat pencairan. Meski begitu warga bisa mendapatkan plafon pinjaman yang jauh lebih besar dibandingkan pinjaman modal usaha sebelumnya.

Salah seorang warga nasabah unit usaha Modal Kita Koperasi Gemah Ripah Trirenggo, Verawati, mengaku antusias memanfaatkan pinjaman modal usaha kredit mikro ini. Ia menilai adanya pinjaman ini sangat bermanfaat bagi warga terdampak Covid-19 seperti dirinya guna menjalankan usaha.

“Kemarin saya pinjam modal usaha Rp8 juta dari Koperasi. Walaupun memakai jaminan tidak masalah. Karena plafon nya bisa lebih besar. Jadi bisa lebih bermanfaat untuk menjalankan usaha warung saya di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini,” ujar wanita asal Dusun Gandekan tersebut.

Ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja dengan membuka warung kelontong di rumahnya ini, mengaku cukup terdampak adanya pandemi Covid-19 sejak beberapa bulan terakhir. Omzet dagangannya menurun drastis hingga 50 persen lebih.

“Dulu sebelum pandemi sehari bisa dapat pemasukan sampai Rp600 ribu. Tapi sejak adanya Covid-19 menurun drastis. Sehari paling hanya dapat Rp300 ribu. Walaupun sekarang secara perlahan sudah mulai membaik. Karena itu adanya suntikan modal usaha dari koperasi sangat membantu,” katanya

Sebagaimana diketahui Koperasi Gemah Ripah yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Trirenggo Bantul berupaya membantu warga terdampak Covid-19 dengan memberikan pinjaman kredit mikro pada anggotanya.

Lewat unit usaha Modal Kita, pinjaman kredit mikro ini diberikan selama pandemi guna mendorong warga terdampak Covid-19 dalam memulai dan menjalankan usaha baru, sehingga diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan bagi mereka.

Tak seperti program pinjaman modal usaha yang telah dijalankan sebelumnya, kredit mikro selama pamdemi ini diberikan dengan sistem agunan. Dimana setiap nasabah wajib menyertakan jaminan seperti surat berharga untuk bisa mendapatkan pinjaman modal usaha dengan besaran Rp5 juta-Rp15 juta.

Dengan plafon pinjaman yang jauh lebih besar, diharapkan nantinya warga bisa mengelola usaha mereka agar semakin maju dan berkembang. Pasalnya kredit usaha (tanpa agunan) yang telah dijalankan sebelumnya hanya memiliki plafon pinjaman maksimal Rp2-3 juta sehingga dinilai kurang bisa maksimal dalam mengembangkan usaha warga.

Lihat juga...