Lebaran CDN

Produk Pertanian Lancar Dukung Usaha Kecil di Bandar Lampung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Pasokan produk pertanian asal kabupaten-kota di Lampung mampu menggeliatkan sektor usaha kecil di Bandar Lampung. Di antaranya digunakan untuk bahan baku dan konsumsi seperti pisang, nangka, singkong dan ubi jalar.

Suwarto, salah satu pengepul hasil pertanian menyebutkan, lancarnya pasokan hasil pertanian ikut mendukung mata rantai ekonomi. Pelanggan telah memiliki standar kualitas produk pertanian pisang, ubi jalar, singkong yang bermutu. Kualitas tersebut akan mempengaruhi tingkat rasa manis saat disantap segar dan diolah dalam bentuk kuliner.

“Distribusi hasil pertanian yang dijual untuk kebutuhan buah segar. Jenis pisang raja, ambon, muli, kepok, raja nangka dan tanduk sudah dipesan oleh pemilik usaha berbasis hasil pertanian,” terang Suwarto saat ditemui Cendana News di Bandar Lampung, Senin petang (1/3/2021).

Suwarto bilang pasokan produk pertanian yang melimpah di gudang sebagian masuk pasar modern. Proses penyortiran dilakukan agar ia bisa menembus pasar modern. Kreativitas masyarakat dalam mengolah produk pertanian jadi kuliner lezat ikut mendongkrak permintaan komoditas pertanian.

Produk pertanian jenis pisang sebutnya dijual dengan sistem tandan. Pisang kepok, muli, raja nangka, janten dijual mulai harga Rp15.000. Bahkan sebagian pisang jenis ambon, raja dan tanduk dijual Rp20.000 pertandan.

“Pisang yang saya sediakan matang secara alami tanpa pematangan dengan karbit sehingga rasanya lebih manis,” cetusnya.

Salah satu pengguna produk pertanian untuk kuliner bernama David di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Karang menyebut membuat sorabi. Ia mengkreasikan makanan khas Bandung itu dengan bahan tepung dan campuran produk pertanian.

Menjual produk kuliner sorabi ia memanfaatkan hasil pertanian pisang, durian, srikaya, nanas, melon, stroberi. Produk pertanian tersebut sebagian digunakan sebagai penguat rasa.

Suwarto, penyedia berbagai jenis pisang di Jalan Raden Imba Kusuma, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung memasok komoditas pisang ke sejumlah pelaku usaha kuliner, Senin petang (1/3/2021). Foto: Henk Widi

Penguat rasa berbahan produk pertanian yang paling diminati sebutnya cukup beragam. Saat musim durian, sebagian pelanggan memilih memesan taburan atau topping durian. Masuk musim panen durian ia menggunakan daging buah durian yang telah dipisahkan dari biji.

“Kreasi berbahan produk pertanian ikut meningkatkan nilai jual produk pertanian menjadi olahan kuliner,” cetusnya.

Saptudin, pedagang beragam buah segar di Jalan Hayam Wuruk, Tanjung Karang mengaku mendapat keuntungan saat menjual produk pertanian. Jenis buah segar yang dijual sebutnya menyesuaikan musim. Saat musim duku ia mendapat pasokan dari Sumatera Selatan dan Bengkulu. Selain duku ia menjual jeruk peras, jeruk manis, melon dan semangka yang digunakan sebagai bahan pembuatan minuman.

Saptudin bilang sejumlah buah segar sebutnya digunakan untuk sektor usaha lain. Sejumlah pedagang kuliner jus, es buah mempergunakan hasil pertanian untuk dijual dalam bentuk minuman.

Berbagai jenis buah segar tersebut dijual mulai harga Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Tingginya minat akan buah segar membuat ia tetap berjualan sejak pagi hingga malam. Namun sejak pembatasan jam operasional selama pandemi hanya sampai pukul 22.00 WIB.

Lihat juga...