Program ‘Si Gajah’ Mudahkan Warga Lamsel Urus SIM

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Program Polisi Bergerak Menjangkau dan Memudahkan Masyarakat (Si Gajah) memudahkan warga memperoleh pelayanan.

Yunus, salah satu warga di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan (Lamsel) bilang terbantu si Gajah. Ia tidak harus pergi sejauh puluhan kilometer untuk mendapat pelayanan perpanjangan SIM A. Namun program si Gajah membuat ia menghemat waktu dan jarak.

Yunus, salah satu warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, menerima SIM A dengan sistem smart SIM melalui program pelayanan SIM keliling, Senin (29/3/2021) – Foto: Henk Widi

Yunus mengaku, melakukan perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) A dengan biaya Rp80.000. Memiliki SIM yang akan habis masa berlakunya pada akhir Maret membuat ia tidak harus mendatangi Polres Lamsel di Kalianda.

Dilayani oleh bus yang telah dimodifikasi dengan peralatan foto diri, pencetakan SIM, ia bisa mendapat surat izin mengemudi tidak lebih dari satu jam.

Prosedur perpanjangan SIM keliling sebutnya memudahkan masyarakat yang didatangi. Wilayah Jati Agung yang berada jauh dari kota Kalianda membuat warga bisa mencegah masa aktif SIM kedaluwarsa.

Sebab sesuai aturan SIM kendaraan yang berakhir masa aktifnya dalam waktu sehari wajib membuat baru. Ia hanya membawa SIM lama, tes kesehatan dan sejumlah syarat lain untuk bisa mendapat SIM baru.

“Perpanjangan SIM A yang saya miliki juga sekaligus migrasi ke model smart SIM yang lebih canggih. Karena bisa diintegrasikan dengan saldo uang elektronik. Setelah proses registrasi dengan bank untuk top up uang elektronik tol, meski masih tahap penyempurnaan,” terang Yunus saat ditemui Cendana News, Senin (29/3/2021).

Pelayanan yang diberikan sebutnya sangat membantu warga yang terkendala jarak. Program Si Gajah dengan pelayanan terintegrasi memudahkan proses pengurusan dokumen selain SIM.

Selain mengurus perpanjangan SIM ia menyebut mendapat pelayanan bayar pajak dengan Samsat keliling. Sejumlah warga lain juga mendapat pelayanan sidik jari, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Pelayanan Pengaduan Masyarakat.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Zaky Alkazar Nasution menyebut, Si Gajah sangat dibutuhkan warga. Alasan yang mendasari sebutnya faktor lokasi geografis dan demografis kabupaten Lampung Selatan yang luas.

Sebagian masyarakat di sebanyak 17 kecamatan dan sebanyak 200 lebih desa berada jauh dari jangkauan ke Polres Lampung Selatan.

Upaya mendekatkan pelayanan Polres Lamsel sebutnya memudahkan warga. Sistem jemput bola dilakukan dengan adanya fasilitas mobil keliling untuk Samsat, SIM.

Warga yang memiliki keluhan kinerja anggota kepolisian, pelayanan pengaduan bagi personel polisi yang bertindak arogan, bertindak tidak sesuai prosedur, juga dilayani. Pelayanan sistem bergerak pertama dilakukan pada wilayah Jati Agung.

“Selanjutnya pelayanan akan digelar pada sejumlah kecamatan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Lampung Selatan,” sebut Zaky Alkasar Nasution.

Pelayanan publik yang memberi kenyamanan bagi masyarakat berbasis KTP elektronik. Kepala satuan lalu lintas (Kasatlantas) Polres Lamsel, AKP Edwin Widya Dirotsaha Putra, menyebut, warga yang tinggal di domisili berbeda dengan SIM tetap bisa memperpanjang SIM.

Pelayanan bagi masyarakat diharapkan memudahkan terutama bagi yang tinggal jauh dari lokasi Polres Lamsel.

Pelayanan berbasis mobile sebutnya menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Sebab pelayanan yang akan dilakukan dari desa ke desa akan memangkas biaya operasional warga.

Kemudahan dalam pelayanan Samsat juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak. Samsat yang datang ke kecamatan akan memudahkan pemerintah daerah dan kepolisian meningkatkan kesadaran warga membayar pajak.

Lihat juga...