PT Dituntut Lebih Inovatif Manfaatkan Teknologi Informasi Digital

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Adanya pandemi Covid-19 setahun terakhir ternyata semakin mendorong perguruan tinggi untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan teknologi informasi digital.

Dekan Ilmu Komunikasi dan Multimedia, UMBY, Didik Haryadi Santoso saat memberikan keterangan, Kamis (2/3/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Akselerasi pemanfaatan teknologi semacam ini dalam setiap kegiatan, mau tak mau harus dilakukan agar sebuah kampus bisa bertahan dan mengikuti tuntutan kondisi saat ini.

Hal itulah yang juga dilakukan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Universitas yang didirikan adik Presiden kedua RI HM Soeharto, yakni Probosutedjo ini tak henti berinovasi dalam berbagai bidang termasuk teknologi informasi.

Selain telah rutin menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara online atau jarak jauh sesuai standar yang telah ditetapkan, UMBY juga mulai merintis pendirian Internet TV milik kampus.

Dekan Ilmu Komunikasi dan Multimedia, UMBY, Didik Haryadi Santoso mengatakan, keberadaan Internet TV menjadi penting sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat khususnya civitas UMBY menyikapi situasi pandemi.

Selain penyelenggaraan sistem pendidikan online atau jarak jauh, kampus juga dinilai perlu mendigitalisasi setiap produk intelektual kampus. Baik itu kegiatan seminar ilmiah maupun hasil riset dan penelitian yang dihasilkan para dosen.

“Internet TV akan bisa menyiarkan setiap kegiatan yang digelar kampus, baik itu seminar-seminar, kegiatan universitas hingga hasil-hasil riset penelitian dosen. Sehingga bisa dijangkau secara lebih mudah dan lebih luas, tanpa perlu melanggar protokol kesehatan,” katanya kepada Cendananews belum lama ini.

Untuk bisa melakukan inovasi-inovasi semacam itu, sebenarnya tidak banyak hal yang harus dilakukan dan dikerjakan kampus. Salah satu yang terpenting adalah menyiapkan dukungan koneksi serta server internet yang mumpuni dengan ditunjang peralatan standar broadcasting.

“Kita hanya memanfaatkan studio mini sederhana. Dengan jumlah SDM yang tidak banyak. Karena dengan sistem online atau digital seperti sekarang ini, sebenarnya kita justru bisa melakukan pemangkasan tim fisik. Seperti misalnya untuk menyelenggarakan seminar, jika biasanya kita butuh tim fisik sampai 50 orang, dengan sistem daring paling kita hanya butuh 10 orang saja,” ujarnya.

Lihat juga...