Pulihkan Sektor Ekonomi, Banyumas Longgarkan Jam Malam

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Pemkab Banyumas memutuskan untuk kembali melonggarkan jam malam, demi menghidupkan kembali sektor ekonomi. Awalnya jam malam diberlakukan sampai dengan pukul 20.00 WIB, kemudian dilonggarkan menjadi pukul 21.00 WIB dan saat ini kembali diperlonggar menjadi pukul 22.00 WIB.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pelonggaran jam malam dilakukan atas permintaan kalangan usaha, terutama usaha rumah makan serta toko-toko dan tempat hiburan. Penutupan jenis usaha tersebut sampai pukul 21.00 WIB dirasa kurang bisa memaksimalkan perputaran bisnis.

“Kemarin sudah cukup lama kita memberlakukan jam malam sampai pukul 20.00 WIB, kemudian dua bulan lalu kita perlonggar menjadi pukul 21.00 WIB dan sekarang ada permintaan untuk sampai pukul 22.00 WIB pada akhir pekan. Demi cepatnya pemulihan ekonomi di Banyumas, akhirnya kita kabulkan permintaan tersebut,” jelas Bupati, Rabu (31/3/2021).

Bupati Banyumas, Achmad Husein di Purwokerto, Rabu (31/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Dengan diberlakukan ketentuan baru jam malam, maka di Kabupaten Banyumas saat ini untuk hari kerja Senin sampai dengan Jumat, jam malam sampai dengan pukul 21.00 WIB, sedangkan untuk akhir pekan hari Sabtu dan Minggu, jam malam diperbolehkan hingga pukul 22.00 WIB.

Lebih lanjut Husein mengatakan, mulai bulan Februari hingga akhir Maret ini, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyumas sudah mulai melandai. Angka kematian berkurang dan angka penularan positif juga jauh berkurang, sehingga saat ini sudah waktunya untuk fokus pada upaya pemulihan ekonomi.

“Pelonggaran jam malam ini, tidak lantas masyarakat bisa berlaku seenaknya. Tetap harus menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Pelonggaran jam malam, semata-mata demi memulihkan kondisi perekonomian,” tuturnya.

Mengingat penerapan jam malam sudah berkali-kali dilakukan, maka untuk pelonggaran kali ini tidak akan didahului dengan simulasi, melainkan langsung diterapkan.

“Minggu depan aturan jam malam yang baru ini mulai diterapkan, untuk surat edaran (SE) sudah kita siapkan,” kata Husein.

Meksipun ada pelonggaran jam malam, Bupati mengingatkan masyarakat serta para pelaku usaha yang beroperasi hingga malam hari, untuk tetap mematuhi aturan. Karena untuk yang melanggar ketentuan jam malam serta melanggar aturan protokol kesehatan, akan dikenakan sanksi, mulai dari peringhatan 1, peringatan 2 serta 3 hingga ancaman penutupan tempat usaha.

Salah satu pengusaha warung makan di kawasan Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Slamet mengatakan, aturan jam malam sanagat berpengaruh terhadap usahanya. Sebab, ia membuka warung angkringan yang biasanya baru ramai pembeli mulai pukul 20.00 WIB.

“Kalau angkringan itu pukul 22.00 WIB baru puncak ramainya, sehingga sangat perlu jam malam dilonggarkan kembali, toh sekarang kondisi pandemi sudah berangsur membaik,” katanya.

Lihat juga...