Purbalingga Kembangkan Komoditas Kopi Arabika

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Melihat peluang kopi yang cukup potensial karena merupakan salah satu komoditas yang sedang tren sejalan dengan kegemaran orang minum kopi, Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga mendorong para petani setempat untuk melakukan budi daya kopi.

Salah satu desa yang sudah melakukan budi daya kopi, yaitu Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Ada puluhan ribu tanaman kopi di desa tersebut yang tersebar di lahan milik petani.

“Desa Serang di Kecamatan Karangreja memang cocok untuk tanaman kopi, karena berada di lereng Gunung Slamet, tanahnya perbukitan dan berada di ketinggian lebih dari 1.400 MDPL,” kata Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam, Senin (22/3/2021).

Petugas Penyuluh Pertanian, Malikhatun Nikmah, di desa Serang, Purbalingga, Senin (22/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Jenis kopi yang ditanam di desa tersebut adalah Kopi Arabika, yang memang bagus ditanam di wilayah yang tinggi dan udara sejuk. Selain di Desa Serang, Kopi Arabika juga dibudidayakan di lokasi lain, seperti di Desa Kutabawa dan Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, serta Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu.

“Kopi Arabika ini banyak digemari orang, mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga akan meningkatkan pendapatan petani. Tanaman kopi sekaligus juga mempunyai nilai konservasi, sehingga kita mendorong para petani untuk menanam kopi,” jelasnya.

Petugas Penyuluh Pertanian di daerah tersebut, Malikhatun Nikmah, mengatakan kondisi lahan di Desa Serang sangat subur. Para petani banyak menanam berbagai macam sayuran dan menjadi sumber penghasilan mereka selama ini. Kemudian pada perkembangannya, beberapa petani mulai menanam kopi, seiring dengan tren kopi yang juga merambah hingga ke pedesaan.

“Peluang kopi memang sangat besar, selain pasar lokal, untuk kopi yang kualitas bagus juga bisa tembus ke pasar ekspor. Sehingga kami memang mendorong para petani untuk menanam kopi,” tuturnya.

Melihat tanaman kopi tumbuh subur di lokasi tersebut, Dinpertan Purbalingga kemudian mengalokasikan bantuan 10.000 batang pohon kopi yang diberikan oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSE KP) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian RI di desa tersebut. Bibit tanaman kopi yang diberikan adalah jenis Kopi Arabika varitas Sigararutang.

“Setelah mendapat bantuan 10.000 bibit pohon kopi tersebut, maka lahan kopi di desa ini makin luas dan tanaman kopi menghijaukan bukit di lereng Gunung Slamet ini,” kata Malikhatun Nikmah.

Meskipun sampai saat ini belum sampai pada panen kopi, namun melihat dari pertumbuhan tanaman, Malikhatun optimis hasil panen nantinya akan bagus.

Lihat juga...