Puskesmas Miliki Peran Penting dalam Penanganan Covid-19

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sebagai layanan primer kesehatan, puskesmas merupakan bagian terpenting dalam penangan Covid-19. Bukan hanya karena fungsi puskesmas tersebut, tapi karena kedekatan puskesmas dengan masyarakat, sehingga respons bisa dilakukan dengan cepat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes), Prof. dr. Abdul Kadir, PhD., Sp.THT-KL(K), MARS, menyatakan alasan puskesmas memiliki peran penting dalam penanganan Covid-19 adalah karena puskesmas merupakan garda terdepan dan memiliki kontak yang dekat dengan masyarakat.

“Kenapa penting peran puskesmas? Karena dalam penanganan Covid-19 ini yang terpenting adalah pencegahan dan penanganan cepat. Dan, peran ini bisa dilakukan oleh puskesmas, selain dekat dengan masyarakat, hal tersebut memang sesuai dengan fungsi puskesmas sebagai layanan primer,” kata Prof. Kadir dalam konpers online dari Graha BNPB Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Kepala Puskesmas Cempaka Baru Jakarta, dr. Ekasakti Octohariyanto, MPdKed, saat menjelaskan pelaksanaan layanan prime oleh puskesmas sebelum dan semasa pandemi, dalam konpers online dari Graha BNPB Jakarta, Jumat (19/3/2021). –Foto: Ranny Supusepa

Selanjutnya, puskesmas pun bisa melakukan deteksi di masyarakat yang berpotensi terpapar dan melakukan respons secara cepat.

“Caranya adalah dengan melakukan 3T, yang harus dilakukan secara simultan. Kalau pun memang ditemukan pasien yang positif, tapi bergejala ringan, puskesmas bisa melakukan perawatan atau isolasi mandiri. Kalau memang membutuhkan perawatan lanjutan, puskesmas pun bisa memberikan rekomendasi untuk perawatan lanjutan ke rumah sakit rujukan,” ujarnya.

Kesiapan puskesmas, lanjutnya, sudah makin meningkat sepanjang pandemi yang sudah berlangsung selama setahun.

“Pelatihan pun sudah dilakukan untuk meningkatkan kompetensi. Dan, bukan hanya penanganan pencegahan, tapi juga hingga tata laksana vaksin,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Cempaka Baru Jakarta, dr. Ekasakti Octohariyanto, MpdKed., menyatakan sebelum pandemi pun puskesmas sudah menjadi ujung tombak layanan kesehatan.

“Mulai dari lahiran, ibu, anak, bayi, orang sakit hingga kematian semua ada di puskesmas. Karena puskesmas itu adalah penanggungjawab wilayah. Dari dulu hingga sekarang, apalagi di masa pandemi ini,” kata dr. Eka, dalam kesempatan yang sama.

Ia melanjutkan, bahwa filosofi puskesmas adalah menjaga kesehatan. “Artinya kalau masih sehat, kita akan jaga supaya tetap terus sehat, baik promotif maupun preventif. Kalau terpapar, seperti kasus Covid-19, maka kita akan menjaga supaya tidak sakit atau hanya sakit ringan. Jangan sampai sakit berat. Kalau pun sakit berat, artinya puskesmas juga yang bertanggung jawab untuk merujuk,” ucapnya.

Dokter Eka menyatakan, puskesmas siap tidak siap harus siap dalam menghadapi semua masalah kesehatan.

“Sejak PSBB, kami sudah turun ke lapangan untuk menjaga data valid dan pengawasan wilayah. Yang akhirnya, kami semua itu adalah survival akibat tingginya kasus di wilayah Kemayoran. Jadi besar harapan kami, masyarakat bisa menjaga kesehatan, supaya kami juga sehat,” pungkasnya.

Lihat juga...