Ragam Kreativitas Kuliner Berbahan Pisang Hasilkan Sajian Lezat

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Buah pisang kerap jadi sajian lezat dalam kondisi matang segar dan olahan. Ragam kreativitas kuliner berbahan pisang memanfaatkan jenis pisang yang nikmat disajikan setelah pengolahan.

Valentina, pedagang kuliner di Pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung bilang mengolah pisang jadi beragam varian kuliner.

Kuliner tradisional yang disediakan sebutnya berupa molen, pisang goreng crispy, kolak hingga naga sari. Sebagian olahan pisang sebut Valentina menjadi jajanan pasar yang disukai berbagai kalangan. Sejumlah kue tradisional tersebut kerap dipesan oleh perkantoran dan keluarga yang menggelar acara. Permintaan paling banyak berupa kue naga sari berbahan pisang kepok.

Naga sari sebut Valentina jadi salah satu olahan pisang paling diminati. Berkreasi dengan tepung terigu, tepung tapioka dan irisan pisang kepok kue tersebut dimasak dengan cara dikukus. Memakai daun pisang kue naga sari jadi camilan pelengkap jajanan pasar. Berbahan pisang naga sari jadi salah satu kuliner kaya gizi oleh manis alami pisang kepok.

“Naga sari kerap dipesan bersama dengan berbagai jenis kue lain yang bisa dimanfaatkan sebagai makanan ringan untuk perkantoran, bekal anak atau untuk acara keluarga yang membutuhkan kue sebagai hidangan, bahan baku pisang yang melimpah memungkinkan kreasi bisa dilakukan,” terang Valentina saat ditemui Cendana News, Sabtu (20/3/2021).

Valentina bilang kue berbahan buah pisang menggunakan jenis pisang kepok, janten, tanduk. Jenis pisang lain sebutnya dengan sebutan pisang meja kerap disajikan tanpa harus diolah. Jenis pisang tersebut meliputi ambon, raja, muli, pisang barangan dan sejumlah pisang lain. Namun meski pisang meja sejumlah varian pisang tersebut bisa divariasikan sebagai bahan minuman es buah.

Berbagai jenis kue olahan berbahan pisang sebut Valentina dijual dengan harga beragam. Pisang goreng, naga sari, kolak, puding dijual mulai harga Rp2.500 hingga Rp5.000 per buah. Kreasi olahan memakai pisang sebutnya selain menambah cita rasa juga menambah nai gizi. Sebab olahan pisang dengan kue lain akan menjadikan cita rasa penggugah selera.

Susana, salah satu produsen roti menyebut menggunakan pisang sebagai penambah cita rasa. Pedagang di pasar Tugu, Jalan Hayam Wuruk, Tanjung Karang itu mengaku variasi rasa pisang diberikan pada roti miliknya. Kombinasi pisang, coklat, keju yang dipadukan dengan roti akan menambah kelezatan. Penambahan pisang kerap diberikan pada bagian roti dengan cara dilumatkan atau diiris sebagai taburan (topping).

“Kreasi roti memakai bahan pisang menjadi bolu semakin menambah kelezatan rasa untuk disajikan bersama kopi, teh hangat,” bebernya.

Suwarto, pedagang buah pisang segar di Kelurahan Sumber Rejo, Kemiling, Bandar Lampung bilang ia menyediakan beragam pisang. Jenis pisang segar dan untuk olahan yang kerap disediakan berupa kepok, raja nangka, tanduk. Jenis pisang untuk buah segar berupa ambon, muli dan raja. Pisang kepok dan tanduk sebutnya kerap diminati pedagang kuliner. Pembuatan pisang tanduk, kepok goreng crispy menjadikan permintaan pisang meningkat.

Kreativitas sejumlah pelaku usaha kuliner berbahan pisang sebutnya sekaligus menjadikan Lampung dikenal penghasil oleh oleh berbahan pisang. Pasokan pisang berkualitas menurut Suwarto juga melahirkan kreasi pembuatan kue yang dijual pada sejumlah toko modern. Pisang sebutnya juga banyak diolah dalam kondisi mentah menjadi keripik.

Sebagian diolah dalam kondisi matang agar memiliki nilai jual menguntungkan. Olahan pisang dengan kreasi kekinian yang digemari sebutnya berasal dari pisang tanduk. Semula pisang itu hanya disajikan dengan cara direbus dan digoreng. Namun dengan kreativitas penambahan tepung, susu dan keju kuliner berbahan pisang memiliki cita rasa yang lebih lezat.

Lihat juga...