Ratusan Warga Kena Razia, Kesadaran Menjalankan Prokes di Sukabumi Menurun

Petugas gabungan di Sukabumi memberikan teguran kepada warga pengguna sepeda motor yang melanggar protokol kesehatan pada Rabu, (24/3/2021) karena tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah - Foto Ant

SUKABUMI – Tingkat disiplin warga Kota Sukabumi, Jawa Barat, dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) semakin menurun. Hal itu mendorong petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah, menggelar razia.

Hasilnya, petugas menindak ratusan pelanggar pada operasi yustisi, Rabu, (24/3/2021). “Dari hasil operasi yustisi gabungan untuk meningkatkan kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan, kami menjaring sebanyak 160 pelanggar karena kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, bahkan ketika di pusat keramaian,” kata Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Gito, Rabu (24/3/2021).

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi Kota Aipda Solehudin menambahkan, jenis sanksi yang diberikan kepada para pelanggar tersebut berupa teguran, sanksi sosial, hingga sanksi fisik.

Pemberian sanksi ini merupakan langkah edukasi, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dikarenakan, saat ini masih pandemi COVID-19, meskipun virus mematikan tersebut sekarang sudah ada vaksinnya.

Namun demikian, bukan berarti tingkat disiplin warga dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kendor. Harus terus ditingkatkan, karena virus tersebut bisa menyerang siapa saja dan hingga saat ini korbannya masih terus berjatuhan. Ia mengatakan, tindakan tegas harus dilakukan demi menjaga keamanan kesehatan warga. Semua langkah dilakukan untuk meminimalisasikan penyebaran COVID-19.

Masyarakat selalu tetap diajak untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, minimal dengan menggunakan masker, menjaga jarak, sesering mungkin mencuci tangan menggunakan sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas di luar rumah. “Kami tidak akan berhenti untuk melakukan berbagai upaya agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan demi menjaga keselamatan kesehatannya dari penyebaran virus mematikan ini,” katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriyana mengatakan, pada Rabu, (24/3/2021), kasus warga yang terkonfirmasi COVID-19 bertambah 25 orang, yang berasal dari tujuh kecamatan.

Dari 25 kasus baru tersebut, 23 pasien melakukan isolasi mandiri dan dua lainnya harus diisolasi di rumah sakit rujukan di Kota Sukabumi. Dengan demikian hingga saat ini total kasus COVID-19 mencapai 3.484 kasus, dengan perincian 3.170 pasien sudah dinyatakan sembuh, masih menjalani isolasi 225 pasien dan meninggal dunia 89 pasien. “Saat ini proses vaksinasi untuk masyarakat terus dilakukan dan untuk hari ini vaksinasi dilakukan kepada 425 warga yang merupakan penarik ojek online dan kader posyandu,” pungkasnya. (Ant) 

Lihat juga...