Realisasi Program Sertifikat Tanah 2020 di Jatibening, Dipertanyakan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Panitia tingkat kelurahan kegiatan Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, mempertanyakan realisasi sertifikat tanah pada program tahun 2020. Pasalnya hingga sekarang, realisasi program tahun lalu masih belum 100 persen.

Menurut Oman, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Jatibening, banyak warga yang mengurus dan telah diukur petugas lahannya sebagai syarat pada program PTSL tahun 2020 belum juga menerima pembagian sertifikat atau surat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Akibatnya, para ketua RT/RW jadi sasaran warga mempertanyakan.

Oman, Ketua Pokmas Kelurahan Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, saat dikonfirmasi Cendana News, usai kegiatan konsolidasi dalam program PTSL 2021, Senin (29/3/2021). Foto: Muhammad Amin

Warga yang telah mengurus tahun lalu juga mendesak pihak panitia seperti RT/RW untuk memastikan karena mereka telah mengurus segala keperluan data yang ditetapkan.  Sementara program tersebut tahun ini kembali berlanjut dengan target 4500 bidang.

“PTSL 2020 memang masih banyak yang belum terealisasi di beberapa lingkungan RT/RW di wilayah Kelurahan Jatibening, Ini tentunya harus menjadi perhatian BPN agar warga semangat untuk mendaftar pada tahun ini,” ungkap Oman, Ketua Pokmas Jatibening, usai acara konsolidasi PTSL 2021, kepada Cendana News, Senin (29/3/2021).

Namun demikian, ungkap Oman, jika ada sertifikat tanah yang sudah jadi, setiap minggu selalu dibagi dengan cara dicicil. Hanya beberapa minggu terakhir ini, sedikit tersendat karena panitia PTSL di BPN informasinya sakit, untuk itu ia meminta warga bisa bersabar.

Dikatakan, bahwa tahun 2020 jumlah peserta yang mendaftar melalui program PTSL mencapai 1162. Sementara realisasinya baru sekitar 700-an dan telah dibagikan kepada warga. Sisanya, lanjut Oman ditambahkan pada program 2021.

“Jumlah pengurus program PTSL 2020 mencapai 1.162 dikurangi 700 tapi setelah dikorek lagi ada K3 penambahan masyarakat hingga sisanya mencapai 700-an lagi,” jelasnya.

Tahun ini, jumlah total yang telah mendaftar baru mencapai 1.203. Jumlah tersebut hampir semua sudah terdata.  Artinya, masih sisa sebanyak dua ribuan lebih untuk wilayah Jatibening.

Pihak BPN yang diwakili oleh Angga, selaku panitia PTSL mengakui, bahwa 2020 masih banyak yang belum selesai. Hal tersebut juga menjadi beban panitia PTSL 2021 di tengah masyarakat.

“Kami juga terus mengingatkan, agar panitia PTSL 2020 segera merealisasikan. Bahkan kami juga ikut membantu menyelesaikan, seperti print dan scan. Diharapkan kesabarannya karena terus diproses,”ungkap Angga menegaskan bahwa panitia PTSL di BPN 2020 dan 2021 sudah berganti.

Rapat konsolidasi di tempat Ketua Pokmas tersebut, melibatkan seluruh panitia seperti ketua RT/RW di wilayah Jatibening. Sejumlah panitia ikut mempertanyakan mekanisme dan teknis di lapangan dalam melakukan pendataan bagi warga yang melakukan pendaftaran.

Panitia tingkat BPN berharap, untuk mempercepat pelaksanaan penyelesaian administrasi, maka panitia tingkat RT/RW diminta bisa scan data surat menyurat dalam pengurusan PTSL itu sendiri sehingga meringankan beban panitia tingkat BPN.

Lihat juga...