Redam Penularan Covid-19, Pelayanan Kesehatan Primer Harus Diperkuat 

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pelayanan kesehatan primer harus diperkuat dalam upaya meredam penularan Covid-19, dengan ditopang empat pilar. Sehingga, diharapkan tercipta kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia (UI), Agustin Kusumayati, mengatakan dalam penanganan pandemi Covid-19, pemerintah harus memperkuat pelayanan kesehatan primer atau primary health care.

Menurutnya, pelayanan kesehatan primer yang bertujuan untuk menciptakan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat ini ditopang oleh empat pilar. Yakni, partisipasi masyarakat, koordinasi intersektoral, pemanfaatan teknologi, dan pendukung mekanisme.

“Jika kita tidak menerapkan empat pilar ini, kita tidak akan berperan kuat dalam penerapan primary health care yang bertujuan untuk menciptakan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Agustin, pada webinar bertajuk Kemandirian Pelayanan Kesehatan di Jakarta, yang diikuti Cendana News, Jumat (26/3/2021).

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika), Fathema Djan Rachmat, saat memaparkan Kemandirian Pelayanan Kesehatan yang digelar secara webinar di Jakarta yang diikuti Cendana News, Jumat (26/3/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Lebih lanjut dia menyampaikan, dalam deklarasi Alma Ata pada 1978, menyebut bahwa edukasi menjadi hal pertama yang diidentifikasi dalam pelayanan kesehatan primer.

Sehingga edukasi memerangi Covid-19, sangat penting sekali terkait bagaimana  mendidik dan memberdayakan masyarakat. Juga peran masyarakat berpartisipasi untuk membangun kesehatan di lingkungannya.

Dikatakan dia, bahwa puskesmas sebagai salah satu fasilitas kesehatan di lingkungan desa atau kelurahan, tentu sangat diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai pelayanan kesehatan primer dalam memerangi Covid-19.

Namun, dia menilai ada faktor kegagalan karena puskesmas cenderung kuratif. Puskesmas terlihat lebih sibuk melayani 80 persen peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Akibatnya, pelayanan kesehatan primer dari puskesmas menjadi tidak berkualitas,” tukasnya.

Namun demikian, menurutnya dimungkinkan juga karena sumber daya manusia (SDM) di puskesmas sangat minim dan kekurangan tenaga medis.

Dia pun mengimbau, jika pemerintah ingin memperkuat sistem kesehatan dengan primery health care. Maka, menurutnya puskesmas harus fokus pada promotif-preventif. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), diberikan saja ke swasta untuk melayani JKN.

“Ini tujuannya agar pelayanan kesehatan primer menjadi lebih baik ke depannya,” tukasnya.

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika), Fathema Djan Rachmat, menambahkan puskesmas harus memperkuat  pelayanan kesehatan primer.

Yakni dengan memberdayakan puskesmas, membangun kekuatan dengan tim kesehatan di daerah dan peran aktif masyarakat. Karena, tim kesehatan di satu daerah itu bisa lebih mengenal anggota masyarakatnya, sehingga lebih maksimal dalam proses tracing.

“Kolaborasi dan koordinasi akan memperkuat dan mempercepat proses tracing, testing, dan hasil PCR bisa secepatnya dilakukan isolasi dan treatment,” ujar Fathema, dalam acara yang sama.

Langkah ini, menurutnya sangat penting dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Karena jika hanya terus menambah tempat tidur di rumah sakit saja, tentu tidak akan sanggup mengimbangi kecepatan penularannya.

Karena sejatinya, kata dia, Covid-19 itu dapat diatasi dengan disiplin semua lapisan masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

Lihat juga...