Rekreasi dan Literasi Dapat Saling Mendukung Saat Belajar PJJ

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Peran orangtua menjaga kesehatan mental saat pandemi Covid-19 cukup penting. Salah satunya dengan mengajak anak rekreasi alam di sela sela masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Ardi Yanto, pegiat literasi Motor Perahu Pustaka kerap membawa buku di pedalaman dan objek wisata pantai di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (18/3/2021). Foto: Henk Widi

Anisah, warga Pesawaran, salah satu ibu rumah tangga yang memiliki putra duduk di bangku kelas 8 SMP menyebutkan, dampak psikologis berupa kebosanan (bored) potensial terjadi. Dampak PJJ mereduksi kontak sosial. Bahkan anaknya pernah minta dibuatkan makanan hanya memakai aplikasi WhatsApp.

“Saya sempat mendapat bimbingan psikososial dari tenaga pendidik untuk kreatif memanfaatkan peluang bisa dekat secara emosional bersama anak, kewajiban mendampingi anak belajar tetap dilakukan tanpa mengurangi kewajiban dalam pendampingan tumbuh kembang anak dari sisi psikologis,” terang Anisah saat ditemui di Pesawaran, Lampung Selatan, Kamis (18/3/2021).

Kelelahan mental sebutnya ikut diiringi dengan kesehatan fisik yang berkurang. Waktu memandang layar smartphone, laptop (screentime) sudah mulai mengkuatirkan. Strategi mengajak anak rekreasi sebutnya jadi cara efektif mendapatkan manfaat ganda.

“Orangtua yang sejenak rehat dari pekerjaan, mengajak anak untuk rekreasi bisa meningkatkan kualitas kedekatan emosional,” cetusnya.

Rekreasi di alam dengan tingkat kontak fisik terbatas cukup positif. Ia bisa mengajak anak mempelajari ilmu fotogarafi, pertanian, perikanan. Umbul Helau di Kemiling, Bandar Lampung yang merupakan salah satu objek wisata edukasi sekaligus merelaksasi pikiran.

Aktualisasi diri dengan berkegiatan di luar ruangan penting dilakukan dalam literasi. Ardi Yanto, pegiat literasi Motor Perahu Pustaka (MPP) Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni menyebut anak anak butuh rekreasi saat PJJ. Berada di alam bisa memberi nilai positif bagi anak.

“Saya tetap bisa mengajak anak rekreasi di pantai dan bukit namun tetap membawa buku bacaan bergambar,” sebutnya.

Kegiatan rekreasi dan literasi sebutnya tetap bisa disandingkan. Laki laki yang mendapat motor perpustakaan keliling dari Presiden Joko Widodo itu bilang pegiat literasi juga harus bertransformasi.

Tidak hanya mengandalkan perpustakaan bergerak, namun dengan mengajak anak rekreasi. Kebosanan membaca buku tetap bisa dilakukan dengan rekreasi edukatif.

Warsianti, salah satu orangtua di Desa Maja, Kalianda bilang rekreasi tetap bisa dikaitkan dengan edukasi. Mengajak anak ke pantai untuk berenang sebutnya jadi salah satu aktivitas fisik, olahraga. Ia juga bisa mengenalkan anak anak sejumlah biota laut tepi pantai.

Sejumlah aktivitas rekreasi sebutnya sekaligus edukatif praktis. Sebab kegiatan itu jadi bagian untuk menjelaskan anaknya menjaga jarak. Kegiatan di tempat rekreasi alam terbuka menjadi cara anak tidak bosan saat PJJ.

Lihat juga...