Resepsi Pernikahan Boleh Digelar Untungkan Pelaku Usaha

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah pelaku usaha sambut positif keputusan pemerintah kota Bandar Lampung. Melalui walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, setelah pelonggaran operasional usaha ia melonggarkan kegiatan resepsi pernikahan.

Menerapkan protokol kesehatan, resepsi bisa digelar. Hamzah, pedagang emas di Jalan Batu Sangkar, Pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang bilang usahanya bergairah.

Sebelumnya Hamzah bilang mengikuti surat edaran sejak 28 Januari silam dimana operasional usaha dibatasi.

Ia hanya bisa beroperasi hingga pukul 19.00 WIB. Namun semenjak walikota Bandar Lampung berganti kebijakan tersebut dilonggarkan. Izin resepsi pernikahan yang bisa kembali digelar menurutnya ikut mendongkrak penjualan.

Pesanan perhiasan berbahan emas berupa cincin, gelang, kalung sebut Hamzah kembali diperoleh. Ia mengaku sesuai tren sebelum Ramadan sebagian pasangan pengantin menikah.

Dalam sepekan ia mengaku bisa melayani pembelian sekitar 20 hingga 30 pasang cincin. Sisanya memilih memesan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Harga emas sebutnya berkisar Rp900.000 per gram berkadar 24 karat.

“Selama pandemi banyak pasangan menunda menggelar resepsi pernikahan, bahkan sebagian warga memilih menjual perhiasan emas untuk kebutuhan, namun adanya pelonggaran oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung memberi dampak positif bagi pelaku usaha penjualan perhiasan emas,” terang Hamzah saat ditemui Cendana News, Selasa (9/3/2021).

Hamzah bilang sistem pesanan untuk perhiasan butuh waktu maksimal dua pekan. Rencana bulan Ramadan yang akan dimulai pada bulan April mendatang membuat bulan Maret banyak pasangan menggelar pernikahan.

Sejumlah pelaku usaha juga bisa mengambil ceruk pasar setelah jam operasional diperbolehkan lebih panjang. Pelaku usaha bahkan boleh buka hingga pukul 21.00 WIB.

Pelaku usaha lain bernama Marice menyebut ia kembali bernapas lega. Pasalnya selain resepsi pernikahan boleh digelar, jam operasional usaha dilonnggarkan hingga pukul 21.00.

Sebelumnya saat jam operasional usaha hanya dibatasi maksimal pukul 19.00 sebagian pedagang memilih tutup lebih cepat. Razia dari satgas Covid-19 sebutnya jadi ketakutan bagi pelaku usaha yang melebihi jam operasional.

“Sebagai pelaku usaha kecil mengandalkan penjualan perhiasan, jam operasional yang diperpanjang tentu menguntungkan,” bebernya.

Meski menjual perhiasan jenis soping atau imitasi ia mengaku peminat masih tinggi. Saat kondisi normal ia masih bisa menjual sekitar 50 hingga 100 perhiasan. Namun selama pandemi ia hanya mampu menjual kurang dari 40 perhiasan. Jenis perhiasan kalung, gelang, cincin tanpa emas itu dijual olehnya mulai harga Rp15.000 hingga Rp50.000.

Pelaku usaha penjualan peralatan hantaran, parcel pernikahan, Burhanudin bilang terdampak pandemi. Pedagang di pasar Bambu Kuning itu bilang semenjak resepsi pernikahan dibatasi, penjualan dominan hanya berupa kotak hantaran.

Burhanudin (kanan) salah satu pemilik usaha penjualan peralatan untuk hantaran pernikahan, parsel di Jalan Batu Sangkar, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Selasa (9/3/2021) – Foto: Henk Widi

Sebelum pandemi penggunaan kotak parcel, kotak hantaran dipergunakan untuk lebaran, pernikahan. Bahan kotak dari tripleks, rotan dan bambu disediakan olehnya.

Dampak paling terasa sebutnya stok barang tidak terjual. Sebagian kotak parcel yang banyak diminta bahkan dikembalikan (return) ke produsen.

Burhanudin berharap saat kota Bandar Lampung kembali masuk zona hijau, sektor usaha bisa berjalan normal. Sebab ia kerap memiliki kerjasama dengan wedding organizer dan pelaku usaha jasa tata rias.

“Ada beberapa peralatan digunakan untuk asesoris memperindah panggung pernikahan sehingga penjualan kembali meningkat,” bebernya.

Kerajinan berbahan rotan, tripleks, kertas dan bambu sebut Burhanudin akan kembali bergairah. Semakin banyak warga yang menggelar pesta pernikahan, ia mengaku omzet akan meningkat.

Setiap barang yang dijual berupa kotak parcel, kotak hantaran dijual olehnya mulai harga Rp25.000 hingga Rp50.000. Ia bisa mendapat omzet ratusan ribu hingga jutaan setiap pekan dari usaha tersebut.

Lihat juga...