Restorasi Benteng Pendem Ngawi Mencapai 10 Persen

Rombongan Bupati Ngawi Ony Anwar dan jajaran bersama tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta PT Nindya Karya meninjau proses restorasi Benteng Pendem Ngawi di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur – Foto Ant

NGAWI – Proses restorasi atau revitalisasi Benteng Van Den Bosch atau yang dikenal sebagai Benteng Pendem Ngawi, di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur tercatat telah mencapai 10 persen.

Bupati Ngawi, Ony Anwar menilai, capaian 10 persen proses restorasi yang dilakukan oleh BUMN PT Nindya Karya tersebut telah sesuai jadwal. Dan akan terus dilakukan hingga target selesai 26 bulan mendatang. “Sejak dimulai 21 Desember 2020, revitalisasi Beneng Pendem Ngawi sudah 10 persen. Ini progres yang baik,” ujar Bupati Ony, Sabtu (6/3/2021).

Sesuai rencana, restorasi Benteng Pendem Ngawi yang menyedot anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) senilai Rp113,7 miliar tersebut, akan dilakukan selama 26 bulan atau maksimal hingga Januari 2023.

Menurut Bupati, pekerjaan prioritas di tahap awal adalah plester mengelupas. Dari 13 bangunan di atas tanah seluas 7.500 meter persegi tersebut, semuanya telah dikupas.

Sambil menunggu proses restorasi selesai, Pemkab Ngawi terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Koordinasi secara virtual tersebut, dalam rangka mengupayakan dukungan bagi Benteng Pendem Ngawi, yang akan dikembangkan sebagai ikon wisata heritage di kabupaten setempat.

Di antaranya dukungan penyediaan akomodasi hotel berbintang yang lebih representatif, jalur transportasi yang layak, dan fasilitas pendukung lainnya yang memadai. Sehingga semakin menarik wisatawan.

Seperti diketahui, restorasi Benteng Pendem Ngawi masuk dalam turunan proyek strategis nasional, untuk menjadi salah satu destinasi wisata berskala nasional dan internasional. Hal itu dilakukan, setelah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Benteng Pendem Ngawi pada Fabruari 2019 lalu, dan melihat potensi pada salah satu aset negara itu.

Adapun restorasi tersebut selain untuk melestarikan bangunan bersejarah, juga untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah Kabupaten Ngawi. (Ant)

Lihat juga...