Ribuan Guru di Bekasi Telah Divaksin Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat sudah 6.270 orang guru di wilayah setelah telah menjalani vaksinasi Covid-19 sesuai data yang diberikan oleh Dinas Pendidikan. 

Diketahui berdasarkan catatan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, jumlah tenaga pendidik baik di sekolah negeri maupun swasta di wilayah Kota Patriot mencapai 13 ribu orang.

“Kemarin data guru yang telah menjalani vaksinasi berjumlah 6.270 orang guru baik sekolah negeri maupun swasta di Kota Bekasi,” ungkap Dezi Syukrawati, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Rabu (24/3/2021).

Vaksinasi kepada guru masih terus berjalan baik massal  maupun di Fasilitas Kesehatan (Faskes) di wilayah masing-masing.

Dezy menyebutkan bahwa pelaksanaan vaksinasi massal telah digelar di lima tempat, dengan capaian rata-rata per hari 1.500 orang. Disebutkan bahwa kecepatan vaksinasi disebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum dipilih opsi vaksinasi massal.

“Dari total 64 ribu dosis vaksin yang diterima sampai dengan saat ini, pelaksanaan vaksinasi sudah menyentuh 27.900 sasaran,”papar Dezy mengatakan prioritas vaksin kepada guru masih terus berjalan.

Hal tersebut lanjutnya dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah mulai digelar. Hal lain imbuhnya Dinkes telah memberikan evaluasi data peta zona risiko penyebaran Covid-19.

Untuk itu jelasnya Vaksinasi kepada guru akan terus dilakukan secara massal mengingat karena waktu belum dilakukan kembali vaskin massal kepada guru. Namun demikian, tapi untuk di Puskesmas tetap jalan.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, terpisah menambahkan, Pemkot Bekasi telah melakukan evaluasi dengan memetakan zona risiko di lebih dari 7 ribu lingkungan RT selama sepekan terakhir ini.

“Adapun rinciannya, zona kuning turun menjadi 540 lingkungan RT. Dibandingkan pekan sebelumnya, zona hijau bertambah 200 lingkungan RT dari jumlah 647 RT.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa 8 persen (wilayah RT zona kuning), yang hijau ada 92 persen,” ungkap  Rahmat Effendi.

Ia pun memprediksi pekan depan zona kuning di wilayahnya tersisa hanya lima persen. Di antara lima wilayah kecamatan yang menjadi fokus penanganan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, satu wilayah kecamatan bergeser.

Kecamatan dengan catatan kasus tinggi saat ini adalah Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, dan Pondok Gede menggantikan Kecamatan Jatisampurna.

“Kalau kuning itu kan hanya satu sampai lima kasus dalam 1 RT, misalnya di (Kelurahan) Kayuringin ada dua atau tiga RT tapi diujung sana (jauh dari area sekolah), aman dong sekolah berarti, cara melihatnya begitu,” tukasnya.

Lihat juga...