Romania Kirim Bantuan Pertama Vaksin Astrazeneca ke Moldova

Botol dengan stiker bertuliskan, COVID-19 dan vaksin Coronavirus  Injeksi, di depan logo AstraZeneca - ANTARA

BUCHAREST – Romania, Sabtu (27/2/2021) mengirimkan sumbangan pertama vaksin COVID-19 AstraZeneca ke Moldova. Sehingga negara tetangganya itu pekan depan sudah bisa mulai melakukan vaksinasi.

Vaksinasi tahap awal akan menyasar para pekerja medis. “Romania menepati janji. Hari ini kami mengirimkan sekelompok dosis pertama, 21.600 vaksin AstraZeneca,” tulis Perdana Menteri Romania, Florin Citu, di halaman Facebook-nya.

“Ini adalah gelombang pertama dari total 200.000 yang kami tawarkan sebagai bantuan kemanusiaan. Sisanya akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang,” tambahnya.

Pada Desember 2020, Presiden Romania, Klaus Iohannis mengatakan, Bucharest akan menyumbangkan 200.000 dosis vaksin untuk Moldova. Hal itu, sebagai tanda solidaritas setelah terpilihnya Presiden Maia Sandu, yang lebih pro-Barat.

Sandu, memimpin delegasi untuk menerima vaksin di bandara Chisinau, saat kiriman tiba dengan pesawat ambulans udara merah dari Romania. Moldova dan Romania memiliki hubungan sejarah, bahasa, dan budaya yang erat. “Terima kasih, Romania! Terima kasih, Uni Eropa!” tulis Sandu di Facebook.

Sandu, mantan ekonom Bank Dunia, dalam pemilihan presiden Moldova, berhasil mengalahkan petahana yang pro-Moskow, Igor Dodon. Sandu berjanji, akan memerangi korupsi yang meluas, serta mengembalikan hubungan Moldova dengan Uni Eropa ke jalurnya.

Moldova, negara di Eropa Timur berpenduduk 3,5 juta jiwa. Selama ini menjadi ajang perebutan pengaruh oleh negara-negara Barat dan Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, Moldova diguncang ketidakstabilan dan skandal korupsi, termasuk raibnya dana satu miliar dolar AS (sekira Rp14,2 triliun) dari sistem perbankan.

Pengadaan vaksin Moldova telah menimbulkan pertikaian politik di dalam negeri, karena Dodon menuduh Sandu berusaha memblokir masuknya vaksin Sputnik V buatan Rusia. Tuduhan itu dibantah oleh kantor Sandu.

Pemerintah mengatakan, pihaknya berharap pengiriman pertama vaksin melalui COVAX, skema global pengadaan vaksin bagi negara-negara miskin, akan tiba di Moldova pada 3 Maret. Moldova dan tetangganya, Ukraina, merupakan dua negara termiskin di Eropa. Mereka tertinggal dari negara-negara lain di benua itu dalam memperoleh pasokan vaksin. Moldova dan Ukraina menyambut baik sumbangan dari pemerintah negara-negara sahabat. (Ant)

Lihat juga...