Rumah Restorasi Gambut Diharap Harumkan Bengkalis

BENGKALIS – Bupati Bengkalis, Provinsi Riau, Kasmarni, berharap Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove (3RGM) Laksamana Raja di Laut perlu dijadikan bahan percontohan bagi daerah lain, agar selalu berinovasi dan kreatif, sehingga bisa mengharumkan nama daerah ini.

“Jika rumah Rumah Runding Restorasi Gambut sudah berskala nasional, kami yakin ini akan mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis, sehingga akan menarik bagi peneliti-peneliti dari daerah lain untuk datang ke daerah kita,” ujar Kasmarni di Bengkalis, Selasa (30/3/2021).

Kasmarni juga menyambut baik serta memberikan apresiasi atas berdirinya rumah runding restorasi gambut maupun mangrove, karena ini adalah gagasan yang sangat positif demi keberlangsungan terjaganya lingkungan hidup dengan baik.

“Selain dijadikan sebagai tempat penelitian, rumah runding ini juga nantinya akan melahirkan pemikiran yang baik serta kepedulian terhadap lingkungan hidup yang bersih dan sehat,” optimisnya.

Selain it,u ia juga berpesan kepada pemerintah Kecamatan Bandar Laksamana, untuk mengelola tempat tersebut dengan baik. Utamakan kerja sama serta selalu jaga kekompakan, karena dengan landasan kekompakan, akan mudah mencapai segala harapan dan tujuan.

“Kami juga berharap dengan adanya restorasi gambut, seluruh masalah lahan gambut bisa teratasi. Kabupaten Bengkalis ke depan bisa memiliki potensi luar biasa yang dapat menguntungkan masyarakat dari segi ekonomis, meskipun selama ini pemanfaatan tanah gambut sudah mulai berkembang melalui kearifan lokal yang dimiliki masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Haris Gunawan, mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama mempelajari tentang alam dimulai dari saat ini, sehingga kondisi gambut dan mangrove tetap lestari secara alami.

Rumah runding ini nantinya akan digunakan menjadi wahana tempat berunding para pemerhati lingkungan dan riset belajar restorasi gambut dan mangrove oleh berbagai pihak. Selain itu, juga akan dijadikan sebagai Laboratorium Riset Restorasi Gambut (LRRG) berskala nasional sekaligus lokasi ekowisata. (Ant)

Lihat juga...