Sabuk Pengaman dan Ponsel Dominasi Pelanggaran ETLE di Banyumas

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Dalam tiga hari terakhir, jalanan di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mulai diberlakukan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Ketidakpatuhan dalam menggunakan sabuk pengaman serta penggunaan ponsel saat berkendara mendominasi jenis pelanggaran yang terpantau kamera ETLE.

Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Ryke Rhimadila mengatakan, untuk pengendara mobil, pelanggaran banyak dilakukan karena tidak menggunakan sabuk pengaman serta ada juga yang menggunakan HP sambil menyetir. Larangan penggunaan HP saat berkendara ini sebenarnya sudah lama disosialisasikan, sehingga seharusnya pengendara sudah memahaminya.

“Untuk pengendara mobil, pelanggaran didominasi tidak menggunakan sabuk pengaman dan mengendarai kendaraan sambil telepon. Sedangkan untuk pengendara roda dua, pelanggaran didominasi tidak menggunakan helm, ada juga yang melanggar rambu lalu-lintas,” jelasnya, Kamis (25/3/2021).

Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Ryke Rhimadila di kantornya, Kamis (25/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Pelanggaran rambu lalu lintas tersebut, antara lain menghentikan kendaraan terlalu maju atau melebihi garis batas penghentian kendaraan, serta ada juga yang tidak menyalakan lampu bagi pengendara sepeda motor.

Lebih lanjut Kompol Ryke mengatakan, jumlah pelanggaran yang terpantau cukup banyak, dari satu titik kamera saja, dalam satu hari tercatat ada sekitar 80 pelanggar. Saat ini di Kota Purwokerto baru terpasang kamera ETLE pada satu titik yaitu di perempatan Pasar Wage. Dalam waktu dekat segera akan difungsikan kamera ETLE pada tiga titik lainnya, yaitu di perempatan GOR Satria, Sawangan dan perempatan Omnia.

Meskipun belum terpasang kamera ETLE, namun Satlantas Polresta Banyumas tetap memantau titik-titik tertentu melalui kamera portable yang terpasang pada helm anggota Satlantas yang melakukan patroli. Total ada 10 kamera portable yang digunakan setiap harinya.

Terkait pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera tersebut, Kasat Lantas menjelaskan, selanjutnya pihaknya akan mengirimkan surat tilang yang berisi tagihan denda atas jenis pelanggaran yang sudah dilakukan. Untuk alamat pelanggar, akan dikirim sesuai dengan alamat yang tertera pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Jadi nomor kendaraan pelanggar akan kita cari kepemilikannya, kemudian kita konfirmasi sesuai dengan alamat STNK, jika yang bersangkutan menyatakan sudah berpindah tangan, maka akan kita telusuri pemilik barunya,” terangnya.

Menurut informasi, kamera ETLE ini memiliki kemampuan untuk menembus kaca mobil, sehingga sekalipun di dalam mobil, tetap terdeteksi jika pengendara tidak menggunakan sabuk pengaman. Begitu pula dengan kaca helm, mampu ditembus dan bisa mengidentifikasi pengendara.

Menanggapi diberlakukannya ETLE ini, salah satu warga Kota Purwokerto, Ajid mengatakan, akan lebih berhati-hati dan memperhatikan rambu saat berkendara. Ia mengakui selama ini sering melanggar, terutama di perempatan jalan yang tidak memberlakukan aturan kiri jalan terus.

“Sudah terbiasa, kalau di perempatan belok kiri jalan terus, padahal ada beberapa perempatan yang meskipun belok kiri harus berhenti dan sesuai dengan rambu. Kalau sekarang ada kamera ETLE, artinya harus benar-benar mematuhi rambu lalu lintas,” katanya.

Lihat juga...